Jumat, 8 Mei 2026

Berita Banyuwangi

Besek Bambu Banyuwangi Jadi Alternatif di Tengah Tingginya Harga Plastik, Pesanan Melonjak

Salah satu tokoh Lingkungan Papring, Banyuwangi, mengatakan, pesanan besek bambu melonjak sejak harga kantong plastik melonjak tajam.

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/Tribun Jatim Network
BESEK BAMBU - Perajin besek bambu di Lingkungan Papring, Desa/Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Pesanan semakin meningkat usai harga plastik melonjak, Jumat (17/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Harga plastik naik drastis, permintaan besek bambu Banyuwangi melonjak tajam dalam sepekan terakhir.
  • Pesanan besek meningkat signifikan hingga pembeli harus inden dan harga ikut naik.
  • Besek bambu diminati karena ramah lingkungan, awet, dan berdampak positif bagi perajin lokal.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Aflahul Abidin

TRIBUNMADURA.COM, BANYUWANGI - Besek bambu menjadi alternatif di tengah tingginya harga plastik dalam beberapa pekan terakhir, Jumat (17/4/2026).

Hal tersebut tercermin dari tingginya minat masyarakat terhadap besek bambu buatan Lingkungan Papring, Desa/Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Selama puluhan tahun, sebagian warga Papring menekuni pembuatan aneka barang yang terbuat dari bambu.

Widie Nurmahmudy, salah satu tokoh Lingkungan Papring, mengatakan, pesanan besek bambu melonjak sejak harga kantong plastik melonjak tajam.

"Seminggu ini pesanan jauh meningkat. Pemesan sampai harus inden," kata Widie, Jumat (17/4/2026).

Menurut Widie, pesanan didominasi oleh pembeli yang memborong besek bambu dalam jumlah besar.

Mereka umumnya memborong untuk dijual kembali.

Harga Besek Ikut Naik

Tingginya pesanan membuat harga besek ikut naik.

Dulu, tiap biji besek dijual Rp 1.500 per biji. Saat ini, harganya naik menjadi Rp 2.500 per biji.

Meskipun begitu, besek tetap diminati karena dianggap lebih awet dan tanah lama dibanding sebagian banyak kantong plastik.

Di sisi lain, permintaan tinggi akan besek bambu berdampak positif kepada warga Papring.

Perajin yang sebelumnya terbatas kini menjadi lebih banyak.

Semakin banyak warga yang terlibat untuk membuat besek bambu untuk memenuhi pesanan pembeli.

Baca juga: Harga Plastik Naik Sampai 100 Persen, Pedagang dan PKL di Lamongan Galau

"Dulu perajin mengerjakan sendiri. Kini karena banyak permintaan, mereka mengajak ibu-ibu lain untuk membuatnya," tutur dia.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved