Jumat, 1 Mei 2026

Berita Jember

Kisah Berdirinya Universitas Jember sejak 1957 hingga Resmi Jadi PTN

Sejarah Universitas Jember dari 1957 hingga resmi jadi perguruan tinggi negeri, kini jadi salah satu kampus favorit di Jawa Timur.

Tayang:
Penulis: Kevin Dimas Prasetya | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNMADURA.COM/SRI WAHYUNIK
UNEJ - Gerbang masuk Universitas Jember, Rabu (18/11/2020). Kampus ini memiliki sejarah panjang yang bermula dari inisiatif sejumlah tokoh daerah pada akhir tahun 1950-an. 
Ringkasan Berita:
  • Universitas Jember berawal dari gagasan dr R Achmad bersama R Th Soengedi dan R M Soerachman pada 1957 melalui Panitia Triumviraat.
  • Bertransformasi dari Universitas Tawang Alun (UNITA), kampus ini resmi menjadi Universitas Negeri Djember pada 1964.
  • Kini Unej berkembang dengan puluhan fakultas dan program studi, serta menjadi salah satu PTN favorit di Jawa Timur, termasuk dalam penerimaan mahasiswa baru jalur SNBP 2026.

TRIBUNMADURA.COM, JEMBER – Universitas Jember (Unej) merupakan salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang berlokasi di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (30/4/2026).

Kampus ini memiliki sejarah panjang yang bermula dari inisiatif sejumlah tokoh daerah pada akhir tahun 1950-an.

Dikutip dari unej.ac.id cikal bakal pendirian universitas ini digagas oleh dr R Achmad bersama R Th Soengedi dan R M Soerachman. 

Ketiganya memiliki cita-cita mendirikan perguruan tinggi di Jember.

Untuk merealisasikan gagasan tersebut, pada 1 April 1957 dibentuk Panitia Triumviraat dengan susunan dr R Achmad sebagai ketua, R Th Soengedi sebagai penulis, dan R M Soerachman sebagai bendahara.

Langkah konkret berikutnya dilakukan pada 5 Oktober 1957 dengan mendirikan Yayasan Universitas Tawang Alun, yang kemudian disahkan melalui Akta Notaris Nomor 13 tertanggal 8 Maret 1958 di Jember.

Yayasan ini selanjutnya mendirikan perguruan tinggi swasta bernama Universitas Tawang Alun (UNITA).

Baca juga: Kasus Dugaan Joki UTBK 2026 di Universitas Negeri Malang, Kampus Ungkap Modus Pemalsuan Identitas

Perjalanan Universitas Jember

Dalam perjalanannya, upaya tersebut mendapat dukungan penuh dari Bupati Jember saat itu, R Soedjarwo.

Perjuangan panjang sejak 1957 akhirnya membuahkan hasil setelah terbitnya Surat Keputusan Menteri PTIP Nomor 151 Tahun 1964 pada 9 November 1964 tentang pendirian universitas negeri di Jember.

Dilansir dari Tribunnewswiki.com sejak saat itu, berdirilah Universitas Negeri Djember (UNED).

Pada awal berdiri tahun 1964, UNED memiliki lima fakultas, yakni Fakultas Hukum (dengan cabang di Banyuwangi), Fakultas Sosial dan Politik, Fakultas Pertanian di Jember, serta Fakultas Ekonomi dan Fakultas Sastra di Banyuwangi.

Rektor pertama dijabat oleh dr R Achmad. Kepemimpinan kemudian dilanjutkan oleh Letkol R Winoto (1966–1967), Letkol Soedi Harjohoedojo (1967–1969), Letkol Soetardjo (1969–1978), dan Kol Drs H R Warsito (1978–1986).

Sejak tahun 1986, jabatan rektor mulai dipegang oleh civitas akademika internal, dimulai dari Prof Dr Simanhadi Widyaprakosa (1986–1995), Prof Dr Kabul Santoso (1995–2003), Dr Ir T Sutikto (2003–2011), Drs Moh Hasan, (2012–2020), hingga saat ini dijabat oleh Dr Ir Iwan Taruna (2020–sekarang).

Baca juga: 5 Fakta Menarik Universitas Madura, Kampus Swasta di Pamekasan yang Konsisten Berkembang sejak 1978

Tugas Pokok Universitas Jember

Dalam menjalankan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi, Universitas Jember memiliki visi mewujudkan pelayanan informasi publik yang akuntabel, efektif, dan efisien, khususnya di bidang riset, teknologi, dan pendidikan tinggi.

Adapun misi yang dijalankan meliputi pengembangan sistem pelayanan informasi yang modern, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan jaringan informasi di bidang pendidikan tinggi.

Secara umum, tugas pokok Universitas Jember adalah menyelenggarakan pendidikan tinggi berbasis kebudayaan bangsa Indonesia melalui kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat guna meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.

Baca juga: Sejarah Lahirnya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dari Kancah Revolusi Kemerdekaan

Ragam Program Akademik

Universitas Jember menyelenggarakan berbagai program pendidikan, mulai dari diploma (D3), sarjana (S1), magister (S2), doktor (S3), hingga program profesi dan spesialis.

Sejumlah fakultas yang tersedia antara lain Fakultas Hukum, Fakultas Pertanian, Fakultas Teknik, Fakultas Kedokteran, Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, hingga Fakultas Ilmu Budaya.

Selain itu, terdapat pula program pascasarjana multidisiplin seperti Bioteknologi dan Ilmu Kesehatan Masyarakat.

Beberapa program studi juga telah membuka kelas internasional baik di jenjang sarjana maupun pascasarjana.

Baca juga: Perjalanan Universitas Brawijaya Malang Menuju Status Negeri Tahun 1963

Penerimaan Mahasiswa Baru 2026

Pada tahun 2026, Universitas Jember menerima sebanyak 3.367 mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Jumlah tersebut berasal dari total 13.755 pendaftar dari seluruh Indonesia.

Melansir dari laman Kompas.com Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof Slamin, menyebut angka tersebut setara sekitar 33 persen dari total calon mahasiswa angkatan 2026, yang menunjukkan tingginya tingkat persaingan.

Ia mengimbau peserta yang dinyatakan lolos untuk segera melakukan registrasi ulang sesuai ketentuan.

Sementara bagi peserta yang belum lolos, masih terdapat peluang melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) yang dijadwalkan berlangsung pada 21–30 April 2026.

Selain itu, Universitas Jember juga memberikan akses pendidikan bagi mahasiswa kurang mampu melalui program Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (KIP-K).

Pada jalur SNBP 2026, tercatat 1.447 peserta lolos sebagai calon penerima bantuan tersebut.

Universitas Jember menargetkan untuk menghasilkan lulusan yang kompetitif dan adaptif, serta mengembangkan karya di bidang sains, teknologi, dan seni yang bernilai ekonomi dan ramah lingkungan.

Selain itu, kampus ini juga berupaya memperkuat tata kelola berbasis teknologi informasi serta meningkatkan pengakuan di tingkat nasional dan internasional.

Baca juga: 3 Fakta Menarik Desa Legung Timur Sumenep, Tradisi Kasur Pasir yang Tetap Lestari

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved