Berita Bondowoso
Harga Obat di Bondowoso Merangkak Naik Diduga Imbas Nilai Tukar Rupiah Melemah
Harga obat di Bondowoso, Jawa Timur, merangkak naik, diduga imbas konflik Iran-Amerika, serta melemahnya nilai tukar rupiah.
Ringkasan Berita:
- Harga obat di Bondowoso naik 5-10 persen akibat bahan baku impor.
- Pelemahan rupiah dan kenaikan dolar disebut memicu lonjakan harga obat.
- Masyarakat beralih memanfaatkan BPJS Kesehatan seiring menurunnya daya beli obat.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sinca Ari Pangistu
TRIBUNMADURA.COM, BONDOWOSO - Harga obat di Bondowoso, Jawa Timur, merangkak naik, diduga imbas konflik Iran-Amerika, serta melemahnya nilai tukar rupiah, mengingat mayoritas bahan baku obat merupakan produk impor.
Seperti yang terjadi di Apotek Safari Bondowoso.
Dalam dua bulan terakhir ini, ada kenaikan harga sekitar 5 hingga 10 persen.
PIK PRB dan Keuangan Apotek Safari, Toni Suprayitno, mengatakan, kenaikan harga di dunia farmasi sebenarnya merupakan hal yang wajar, terutama sejak imbas kenaikan harga bahan baku plastik yang terus melonjak.
Biasanya, informasi kenaikan harga obat sudah disampaikan sebulan sebelumnya secara bertahap.
"Bulan sebelumnya sudah diinformasikan, paling hanya 10-20 item dan itu bertahap," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (5/6/2026).
Dia menerangkan, rata-rata kenaikan harga tersebut tidak sampai 15 persen, melainkan berkisar di angka 5-10 persen. Namun, kenaikan ini tidak terjadi secara serentak pada semua jenis obat.
Ada sekitar 10-15 item obat yang harganya sudah naik sejak Mei 2026.
Contohnya, Micoral Tablet yang HNA + PPN-nya hingga bulan Mei sebesar Rp249.750, kini pada bulan Juni naik menjadi Rp260.000.
Baca juga: Rupiah Melemah, Produsen Keripik Tempe Sanan Malang Tercekik Tingginya Harga Kedelai dan Plastik
"Jadi tidak sampai 10 persen dan bervariasi. Tidak harus flat (kenaikannya, red), tergantung pabrikannya," imbuh Toni.
Dia menambahkan, kenaikan harga ini turut memicu penurunan omzet penjualan obat reguler pada Bulan April sekitar 5 hingga 8 persen.
Sebaliknya, omzet penjualan obat untuk pasien BPJS Kesehatan Rujuk Balik justru terus meningkat.
Kondisi ini diperkirakan terjadi karena masyarakat mulai beralih memanfaatkan fasilitas BPJS Kesehatan mereka untuk menebus obat.
Sebab, menurut Toni, tidak ada perubahan harga pada obat-obat e-Katalog yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan karena harganya sudah ditetapkan oleh pemerintah.
nilai tukar rupiah
Bondowoso
harga obat
TribunMadura.com
Berita Bondowoso Terkini
Tribun Madura
berita Madura terkini
| Plafon Kantor Kelurahan Nangkaan Bondowoso Ambruk, Aktivitas Pelayanan Dipindah ke Lantai Satu |
|
|---|
| Jelajah Rasa di Bondowoso, Ini Kuliner Khas yang Wajib Masuk Daftar Buruan |
|
|---|
| Mengenal Pondok Pesantren Jhegeteh Bondowoso, Berdiri sejak 1769 dan Simpan Beduk Berusia 2,5 Abad |
|
|---|
| Pro Kontra Rencana Pembangunan Peternakan Babi di Sumberwringin Bondowoso, Muncul Flyer Penolakan |
|
|---|
| Buntut Laporan Wali Murid Terhadap Guru SDN Kotakulon 1 Bondowoso, LKBH PGRI Datangi Sekolah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/ILUSTRASI-APOTEK-Harga-obat-di-Bondowoso-naik-diduga-imbas-melemahnya-nilai-tukar-rupiah.jpg)