Berita Pamekasan

Tukang Becak yang Diadili Karena Cabut 3 Pohon Pisang Ajukan Gugatan Balik di PN Pamekasan

Kakek yang diadili karena mencabut tiga batang pohon pisang kini melakukan gugatan balik bersama kuasa hukumnya ke Pengadilan Negeri Pamekasan.

Tukang Becak yang Diadili Karena Cabut 3 Pohon Pisang Ajukan Gugatan Balik di PN Pamekasan
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Padla bersama kuasa hukumnya usai melakukan gugatan balik di Pengadilan Negeri Pamekasan, Senin (11/2/2109). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Padla (65) warga asal Dusun Duwek Tinggi, Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, melakukan gugatan balik ke Pengadilan Negeri Pamekasan, Senin (11/2/2019).

Kakek yang diadili karena mencabut tiga batang pohon pisang kini melakukan gugatan balik bersama kuasa hukumnya ke Pengadilan Negeri Pamekasan.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang becak tersebut datang ke Pengadilan Negeri Pamekasan ditemani istrinya yang buta dan anaknya, serta kuasa hukum dari Lembaga Bantuan Hukum Pusat Advokasi Masyarakat Nusantara (LBH PUSARA) Pamekasan.

Padla mengatakan, kedatangannya ke Pengadilan Negeri Pamekasan untuk menggugat balik sertifikat tanah.

Bambang Haryo Kunjungi Ahmad Dhani di Rutan Klas I Surabaya, Sebut Vonis 30 Hari Dhani Tak Lazim

"Saya ke sini akan melakukan gugatan balik terkait sertifikat tanah yang sudah dipecah oleh Busiyeh tanpa sepengetahuan saya dan anak saya," terangnya kepada TribunMadura.com saat ditemui di Pengadilan Negeri Pamekasan.

Padla menceritakan, sebelum ia berangkat ke Pengadilan Negeri Pamekasan, dirinya masih ke sawah mencari rumput untuk pakan sapi.

"Saya masih belum sempat ganti baju. Tadi saya masih cari rumput untuk pakan sapi dan dihubungi bapak Subaidi untuk ikut menghadap ke Pengadilan Negeri. Jadi ini training saya masih basah dan banyak lumpurnya," jelasnya.

Sementara itu, Ketua LBH PUSARA sekaligus kuasa hukum Padla, Marsuto Alfianto mengatakan, gugatan ini merupakan imbas dari laporan pidana yang dilakukan oleh Busiyeh sebagai pelapor di Polres Pamekasan kepada Padla.

Banjir di Jalan Letda Sutjipto Tuban, Dinas PUPR Lakukan Pelebaran Saluran Jembatan

"Sebenarnya kami melakukan gugatan balik ini imbas dari laporan pidana dari Busiyeh yang melaporlan klien kami yakni Padla yang dilaporkan dengan dugaan pengrusakan dan penyerobotan tanah sebagaimana dimaksud dan diatur dalam Pasal 406 KUHP dan PP No 51/1960," katanya.

Halaman
12
Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved