Penumpang Pesawat Bawa Ratusan Peluru

Polda Jatim Libatkan Tim Ahli Periksa Ratusan Proyektil Milik Penumpang Pesawat China Airlines

Polda Jatim Libatkan Tim Ahli Periksa Ratusan Proyektil Berbagai Kaliber yang Dibawa Penumpang Pesawat China Airlines.

Polda Jatim Libatkan Tim Ahli Periksa Ratusan Proyektil Milik Penumpang Pesawat China Airlines
TRIBUN PEKANBARU/BUDI RAHMAT
Ilustrasi senjata api dan ratusan amunisi. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Polda Jatim menanggapi kasus penumpang pesawat China Airlines dengan nomor penerbangan CI-751 yang membawa ratusan proyektil amunisi dari berbagai kaliber, yang mendarat di Bandara Juanda Surabaya.

Informasinya, identitas penumpang itu adalah Stephen Partowidjodjo, warga Surabaya. Dia ditangkap petugas bandara saat pemeriksaan bagasi melalui sinar X-Ray di Bandara Internasional Juanda, Sabtu (23/2/2019).

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera membenarkan, bahwa pihaknya dilibatkan mengenai temuan proyektil amunisi yang merupakan barang bawaan penumpang China Airlines yang sudah diperiksa oleh petugas Bea dan Cukai.

Pihaknya melalui Dit Intelkam Polda Jatim membackup Polresta Sidoarjo saat menerima pelimpahan kasus itu dari Bea dan Cukai Juanda.

"Cukup ditangani Sidoarjo, itu bukan amunisi hanya proyektil," ungkapnya. di Mapolda Jatim, Senin (25/2/2019).

Mendarat di Juanda, Penumpang Pesawat China Airlines ini Bawa Ratusan Proyektil Berbagai Kaliber

Menurut Barung Mangera, temuan amunisi proyektil itu di dalamnya tidak berisi bahan peledak berupa bubuk mesiu.

Pihaknya akan melibatkan tim ahli untuk memeriksa dan memastikan apakah temuan amunisi proyektil itu termasuk dalam kategori amunisi secara utuh atau tidak.

"Sudah diserahkan pemilik beserta barang bukti proyektil ke Sidoarjo kita sifatnya membackup," tegasnya.

Adapun rincian amunisi proyektil yang dibawa penumpang pesawat yaitu 100 butir Splitzer Caliber 30 sesuai tulisan yang tertera di label bungkus plastik, 200 buah Held-X Caliber 30 dan100 buah Hornady ELD-X Caliber 700 mm, 2 buah Styer AUG/MSAR Surpressor Adapter serra satu buah Pelatuk.

Dari pengakuan penumpang itu, amunisi proyektil itu akan dipakai untuk berburu.

Pihaknya juga belum bisa memastikan apakah pemilik amunisi proyektil itu melanggar Undang-undang darurat tahun 1951 tentang senjata Api.

"Pelimpahan berita acara pemeriksaan sudah di limpahkan ke Sidoarjo," pungkas Frans Barung Mangera.

Bawa Ratusan Peluru di Juanda, Penumpang China Airlines ini Ngaku Anggota Perbakin, Alasannya Aneh

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved