Berita Jember

Dalam Kurun Waktu 3 Tahun, Jumlah Orang Dipasung di Jember Turun, Tahun 2018 Ada 4 Warga

Berdasarkan data dari Dinas Sosial Jember selama tiga tahun terakhir, ada penurunan angka orang dipasung setiap tahunnya.

Dalam Kurun Waktu 3 Tahun, Jumlah Orang Dipasung di Jember Turun, Tahun 2018 Ada 4 Warga
riaudaily.com
ilustrasi dipasung 

TRIBUNMADURA.COM, JEMBER - Dinas Sosial Jember menyebut angka orang dipasung di Kabupaten Jember turun drastis.

Berdasarkan data dari Dinas Sosial Jember selama tiga tahun terakhir, ada penurunan angka orang dipasung setiap tahunnya.

Pada tahun 2016 lalu, terdapat 40 orang dipasung, tahun 2017 lalu masih ada 38 orang, dan tahun 2018 lalu ada empat orang dipasung.

Pemkot Batu Bentuk Badan Promosi Pariwisata Daerah, Bertugas Promosikan Pariwisata di Kota Apel

"Tiap tahun terus turun, dan turun drastis. Temuan baru kami data, dan pantau kondisinya," kata Kepala Dinas Sosial Jember, Isnaini Dwi Susanti, Kamis (28/2/2019).

Tahun 2018 lalu, ditemukan 17 orang dipasung, sehingga total terdapat 116 orang terpasung di tahun tersebut.

Isnaini Dwi Susanti mengatakan, selama tahun itu, ada perawatan dan pendampingan dari Tim Saber Pasung dan Kesehatan Jiwa masing-masing kecamatan.

Hasilnya jika mengacu pada data Dinas Sosial Jember, terdapat 106 orang dipasung dibebaskan, enam orang meninggal dunia, dan masih tersisa empat orang dipasung.

Zulfiandi Absen Laga Perdana Piala Presiden, Madura United Buka Peluang Mainkan Pemain Lain

Tahun 2019 ini, Tim Saber Pasung menemukan satu kasus orang dipasung di Kecamatan Tempurejo.

Orang laki-laki yang dipasung di kecamatan itu adalah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan dipasung selama bertahun-tahun.

"Untuk kasus yang di Tempurejo itu masih diawasi oleh Tim Keswa (Kesehatan Jiwa) Puskesmas Tempurejo, jadi tidak perlu dibawa ke RS Jiwa Lawang," jelas Isnaini Dwi Susanti.

"Kabarnya masih bisa diobati oleh Tim Keswa Puskesmas. Prosedurnya memang begitu, kalau masih bisa ditangani oleh Tim Keswa, maka tidak perlu dibawa ke RSJ Lawang," imbuh dia.

Bikin Bangga, Tiga Mahasiswa Tadris Bahasa Inggris IAIN Madura Juara IQT se-Jawa Timur

Isnaini Dwi Susanti, mereka yang telah bebas dari pemasungan, tetap dalam pengawasan oleh tim.

Ia menegaskan, setiap ada informasi adanya orang yang dipasung, Tim Saber Pasung bersama petugas dari sejumlah instansi akan mendatangi orang tersebut.

"Karena kesadaran masyarakat kita terhadap ODGJ ini memang masih kurang, masih belum paham bagaimana menanganinya. Kami selalu lakukan sosialisasi, supaya tidak ada pemasungan kepada ODGJ dan sebaiknya diobati atau diserahkan kepada tenaga kesehatan," pungkasnya.

TMMD Kodim 0827 Sumenep, Danramil Optimistis Pembangunan Madrasah Al-Miftah Rampung Lebih Cepat

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved