Berita Pamekasan

Petani Udang Vaname di Pamekasan Menjerit, Keluhkan Harga Udang yang Semakin Turun

Hingga satu bulan terakhir ini, harga beli dari petambak turun antara Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu per kilogram.

Petani Udang Vaname di Pamekasan Menjerit, Keluhkan Harga Udang yang Semakin Turun
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Petani udang vaname di Desa Montok, Larangan, Kabupaten Pamekasan saat memberikan pakan di tambak udangnya, Minggu (10/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Harga beli udang vaname di sejumlah pasar, terus mengalami penurunan.

Hingga satu bulan terakhir ini, harga beli dari petambak turun antara Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu per kilogram.

Penurunan harga beli tersebut, membuat petani udang vaname di Kabupaten Pamekasan, khususnya di Desa Montok, Kecamatan Larangan, merugi.

Penemuan Tengkorak Manusia Gegerkan Warga Jember, Tulang Belulang Ditemukan Terpisah dan Tak Lengkap

Fadlillah, petani udang vaname di Desa Montok mengungkapkan, harga beli di pasar mulai turun sejak awal Januari 2019.

"Harga beli paling tinggi pada awal Januari di mana size E200 saat itu harganya Rp 35 per kilo dan size E20 Rp 102 ribu per kilo," kata Fadilillah kepada TribunMadura.com, Minggu (10/3/2019).

"Kalau sekarang sudah turun kalau berdasarkn size rata-rata turun Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu per kilogram," sambung dia.

Fadlillah mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diperoleh, hingga awal Januari 2019 harga udang vaname untuk size E200 ditampung seharga Rp 25 ribu pe rkilogram.

Pemuda di Gresik Tega Bacok Ibu Kandungnya hingga Tewas, Pelaku Dikenal Punya Kelainan Jiwa

Sementara, untuk size E20 ditampung seharga Rp 85 ribu sampai Rp 90 ribu.

Meski turun, Fadlillah mengaku, hanya mendapatkan untung sedikit dan cukup untuk menutupi biaya operasional kegiatan tambak udang.

Apabila harga terus turun, Fadlillah mengatakan, tidak tertutup kemungkinan bisa mengalami kerugian ratusan juta.

Apalagi jumlah produksi dari budidaya yang dilakukan selama ini setiap panen mencapai belasan ton.

So Ji Sub Sebut Dua Makanan khas Indonesia Ini Jadi Kesukaannya, Mengaku Sangat Menikmati

"Untuk mencegah kerugian, salah satunya jalan ya melakukan efektifitas dalam setiap kegiatan produksi. Misal jika selama ini berfungsi empat sampai enam kincir, kami kurangi jadi dua," ucap dia.

"Namun dengan memperhatikan keselamatan benur atau bibit udang. Begitu juga penggunaan listrik," imbuhnya.

Meski harga beli saat ini menurun, Fadlillah mengaku, tetap tidak akan mengurangi jumlah karyawan yang selama ini dipekerjakannya, mengingat para pekerja memiliki beban dalam menghidupi keluarga mereka.

"Penyebab turunnya harga karena banyaknya udang vaname yang dijual ke beberapa pedagang di pasar. Tapi saya optimistis pada pertengan bulan Maret 2019 ini akan kembali naik, terutama saat menyambut bulan Ramadan," jelas Fadlillah mengakhiri.

Relawan Pro Jokowi di Jember Gelar Sablon Kaus Gratis, Warga Lintas Usia Antusias Ikut Kegiatan

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved