BMKG Juanda Memprediksi Musim Kemarau di Jawa Timur Akan Terjadi pada Akhir Bulan April
BMKG Juanda prediksi awal musim kemarau Jawa Timur pada akhir bulan April.
TRIBUNMADURA.COM, SIDOARJO - BMKG Juanda prediksi awal musim kemarau Jawa Timur pada akhir bulan April.
"Berdasarkan draft perkiraan awal musim kemarau, untuk wilayah Jawa Timur dominan terjadi di dasarian tiga atau akhir April. Hingga bulan Mei dasarian pertama atau tepatnya awal bulan Mei," ujar prakirawan BMKG Juanda, Shanas Prayuda saat dihubungi TribunMadura.com, Senin (11/03/2019).
Ia mengatakan nantinya di awal musim kemarau masih dijumpai hujan. Namun sebarannya tidak merata, hanya di beberapa wilayah Jawa Timur.
• Kejari Pamekasan Sambangi Sekolah, Beri Sosialisasi dan Imbau Siswa Jauhi Kenakalan Remaja
• Polda Jatim Tembak Mati Gembong Narkoba Saat di Bangkalan, Tak Hiraukan Tembakan Peringatan
• Tak Kapok Kerja Sebagai PSK, Warga Sumenep ini Diciduk Satpol PP yang ke Empat Kalinya Saat Kencan
"Dari draft awal tersebut, juga terlihat mulai bulan Maret ini curah hujan sudah mengalami penurunan. Dimana sudah tak seintens di bulan Januari dan Februari," tambahnya.
Penurunan curah hujan tersebut terus berlanjut hingga memasuki bulan April.
"Bulan April, untuk wilayah Sidoarjo diperkirakan memiliki curah hujan sebesar 151 - 300 mm. Untuk Gresik, Mojokerto, dan Malang diperkirakan lebih kering yaitu curah hujannya berkisar 101 - 300 mm, Pasuruan dan Kediri sebesar 101 - 400 mm, dan Lumajang sebesar 151 - 400 mm," jelasnya.
• Sejumlah APK Terikat di Antara Tiang Listrik dan Pohon di Pinggiran Jalan KH Wahid Hasyim Sampang
• Pemasangan APK Langgar Aturan, Bawaslu Akan Peringati Timses Jokowi-Maruf
• Pemilu 2019, KPU Kota Blitar Rekrut 3.339 Petugas KPPS di TPS, Berikut Syarat-Syarat Mendaftarnya
Sedangkan untuk bulan Mei, sebagian wilayah Jawa Timur sudah memasuki musim kemarau. Yang mana curah hujan mengalami penurunan signifikan dibanding saat musim penghujan.
"Wilayah Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Kediri diperkirakan memiliki curah hujan bulanan berkisar 51 - 150 mm, Malang memiliki curah hujan 21 - 200 mm, dan Pasuruan mempunyai curah hujan sebesar 51 - 300 mm. Oleh karenanya bisa dibilang bulan Mei wilayah Jawa Timur sudah masuk musim kemarau," terangnya.
Namun meski begitu ia memperingatkan kepada masyarakat untuk tetap waspada.
Mengingat saat masa peralihan musim yang terjadi pada bulan April tersebut biasa terjadi cuaca ekstrim. Yaitu hujan lebat yang sporadis disusul dengan angin kencang.
"Oleh karenanya selalu update informasi cuaca. Selalu berhati hati ketika berkendara ketika hujan lebat dan hindari pohon serta papan reklame yang rawan rubuh," pungkasnya. (Kukuh Kurniawan)