Berita Pamekasan

Penambang Ilegal Masih Marak di Pamekasan, Meski Bisa Dijerat Hukuman 10 Tahun dan Denda Rp 1 Miliar

Penambang Ilegal Masih Marak di Pamekasan, Meski Bisa Dijerat Hukuman 10 Tahun dan Denda Rp 1 Miliar.

Penambang Ilegal Masih Marak di Pamekasan, Meski Bisa Dijerat Hukuman 10 Tahun dan Denda Rp 1 Miliar
TRIBUNMADURA/KUSWANTO FERDIAN
Sosialisai yang digelar Bagian Perekonomian dan SDA Kabupaten Pamekasan terkait Pemantauan dan Penyuluhan Pelanggaran di Bidang Pertambangan Mineral bukan Logam dan Batuan di Desa Pademawu Timur, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Selasa (12/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Kabupaten Pamekasan menggelar sosialisasi terkait Pemantauan dan Penyuluhan Pelanggaran di Bidang Pertambangan Mineral bukan Logam dan Batuan di Desa Pademawu Timur, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Selasa (12/3/2019).

Pada acara sosialisasi tersebut, sebanyak 25 penambang ilegal di Desa Pademawu Timur, Kecamatan Pademawu mendatangi balai desa setempat.

Ainur, Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Pamekasan yang sekaligus menjadi pemateri pada acara sosilasiasi tersebut mengatakan, ke 25 penambang yang hadir pada acara sosialisasi tersebut merupakan penambang ilegal di Desa Pademawu Timur, Kabupaten Pamekasan.

Menurut Ainur, pihaknya telah mensosialisasikan peraturan kepada puluhan penambang ilegal di Desa Pademawu Timur. Harapannya, penambangan tanpa izin atau ilegal tidak beroperasi lagi di Kabupaten Pamekasan.

Jika para penambang ilegal tersebut masih beroperasi di Pamekasan, mereka sudah melanggar Perda Jatim Nomor 1 tahun 2018 tentang Wilayah Zonasi Penambangan.

Dalam perda tersebut ditegaskan, bahwa wilayah izin penambangan Jatim yang diperbolehkan hanya di wilayah Kabupaten Bangkalan dan di wilayah Kabupaten Gresik.

"Sementara di daerah lainnya harus mengurus izin langsung ke provinsi," ujar Ainur kepada Tribunmadura.com, usai memberikan materi sosialisasi, Selasa (12/3/2019).

Kata Ainur, secara keseluruhan penambang di Pamekasan tidak memiliki izin dari provinsi alias ilegal.

Wilayah penambangan ilegal yang paling banyak di Pamekasan diantaranya, di Kecamatan Batumarmar, Pasean, Larangan dan Pademawu. Rata-rata para penambang ilegal di Desa Pademawu adalah penambang pasir.

"Kami sudah memberikan himbauan kepada para penambang ilegal terkait dampak penambangan yang sangat buruk bagi lingkungan," tegasnya.

"Penambang ilegal itu jika masih melanggar bisa di pidana, mereka bisa dijerat hukuman 10 Tahun penjara dan denda senilai Rp 1 miliar," imbuh Ainur.

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved