Berita Pamekasan

PKL di Pamekasan Ancam Akan Lakukan Demo, Karena Tak Terima Ditertibkan Satpol PP Pamekasan

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pamekasan melakukan razia di sejumlah Jalan Raya di Kabupaten Pamekasan yang dijadikan tempat lapak

PKL di Pamekasan Ancam Akan Lakukan Demo, Karena Tak Terima Ditertibkan Satpol PP Pamekasan
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Suasana saat petugas Satpol PP Pamekasan menertibkan pedagang buah yang berjualan di area Taman Monumen Arek Lancor Pamekasan, Selasa (12/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pamekasan melakukan razia di sejumlah Jalan Raya di Kabupaten Pamekasan yang dijadikan tempat lapak berjualan para pedagang kaki lima (PKL), Selasa (12/3/2019).

Pantauan Tribunmadura.com, para petugas Satpol PP Pamekasan melakukan razia di tiga titik, diantaranya, di Jalan Raya Kabupaten, di Jalan Raya Cokroatmojo, dan di area Taman Monumen Arek Lancor Pamekasan.

Menurut Kepala Seksi (Kasi) Operasi dan Pengendalian, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pamekasan, Misyanto, penertiban kali ini dilakukan oleh pihaknya karena pedagang kaki lima di Pamekasan dinilai semakin hari semakin semrawut dan tidak menggunakan fasilitas umum sebagaimana mestinya.

Total KPPS Pemilu 2019 Sebanyak 30.205 Anggota, Setiap Orang Diberi Upah RP 500 Ribu

Penjual Bakso Beli Smartphone Harga Murah, Malah Ditangkap Polisi Karena Dugaan Penadah HP Curian

Intiland dan Tribun Jatim Network Berbagi dan Jajaki Kolaborasi

"Para pedagang kaki lima tersebut kami tertibkan karena melanggar aturan. Mereka sudah semena-mena menggunakan fasilitas umum seperti trotoar dan bahu jalan," ujar Misyanto kepada Tribunmadura.com, Selasa (12/3/2019).

Namun saat petugas Satpol PP ingin melakukan penerbitan kepada para pedagang buah yang berjualan di pinggir ruas jalan area Taman Monumen Arek lancor, justru mendapat kecaman.

Pasalnya para penjual buah tidak ingin pindah dari tempat tersebut lantaran punya alasan.

Inilah Wujud Asli Pikachu di Dunia Nyata, Ternyata Tergolong Hewan Langka, Simak Fakta Unik Lainnya

Bupati Sampang Minta Semua OPD dan Camat Salat Berjamaah, Dengar Azan Semua Pekerjaan Harus Berhenti

Berikut Jurus Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini Atasi Masalah Banjir dan Air Keruh di Surabaya

Maliha satu di antara pedagang buah yang berjualan di area Taman Monumen Arek Lancor Pamekasan mengatakan, ia tidak ingin pindah dari tempat jualannya. Jika petugas Satpol PP memaksa menyuruhnya pindah, ia akan melakukan demo dengan beberapa pedagang lainnnya yang juga berjualan di area Taman Monumen Arek Lancor tersebut.

"Saya tetap tidak mau pindah. Karena saya disini bayar. Perharinya saya ditarik retribusi untuk uang kebersihan sebesar Rp 3 ribu rupiah. Setiap lima hari sekali ada petugas yang nagih kesini," ujar Maliha.

Hal senada disampaikan oleh Ilham, salah satu pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan tas, ia menilai, para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di area Taman Monumen Arek Lancor Pamekasan sudah patuh terhadap perintah Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam.

"Kami sebenarnya sudah patuh kepada perintah Bupati. Beliau dulu bilang kepada kami, kalau kami dilarang berjualan setiap malam Jumat. Jadi setiap malam Jumat sebelum magrib kami sudah pergi dari tempat ini. Tapi kok moro-moro sekarang Satpol PP ingin mengusir kami. Apalagi kami berjualan disini juga bayar per harinya bayar Rp 3 ribu rupiah," tegas Ilham mengakhiri.

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved