Rumah Politik Jatim

Rocky Gerung Pertanyakan Kartu Pra Kerja Program Jokowi: Jika Diterapkan Banyak yang Berhenti Kerja

Rocky Gerung mempertanyakan kartu Prakerja yang digagas Presiden Jokowi sebagai janji politiknya untuk tetap terpilih di Pilpres 17 April 2019.

Penulis: Mohammad Sudarsono | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/MOCHAMMAD SUDARSONO
Rocky Gerung saat memberikan materi kepada ratusan hadirin di gedung At-Taqwa, jalan Teungku Umar, Bojonegoro, Selasa (19/3/2019) 

TRIBUNMADURA.COM, BOJONEGORO - Rocky Gerung mempertanyakan kartu Prakerja yang digagas Presiden Jokowi sebagai janji politiknya untuk tetap terpilih di Pilpres 17 April 2019.

Menurut pria asal Manado Sulawesi Utara itu kartu tersebut mengada-ada, dan jika diterapkan akan blunder.

Bahkan jika direalisasikan maka bukan tidak mungkin banyak pekerja yang akan memilih berhenti, karena nganggur sudah mendapat gaji.

Pelatih MU Dejan Antonic Akan Persiapkan Skema Bahkan Sampai Ekstra Time saat Lawan Persela

Hadiri Istighotsah Kubro, Cawapres KH Maruf Amin Pamer Kartu Program Unggulan Paslon 01

Sulit Menang Lawan Persela di Lamongan, Pelatih Madura United Akan Bawa Komposisi Tim yang Berbeda

"Nanti yang sudah kerja bisa berhenti, karena tidak kerja juga digaji," Kata Rocky saat mengisi diskusi bertemakan stadium general membangun nalar di gedung At-Taqwa, Jalan Teungku Umar, Bojonegoro, Selasa (19/3/2019).

Dia menjelaskan, jika misal orang kerja digaji per bulan Rp 3 juta, maka jika diakumulasikan yang tidak kerja dapat 2/3 tentu bisa mendapatkan Rp 2 jutaan.

Nah, dibandingkan kerja dari sore sampai malam, lebih baik nganggur dapat uang. Pertanyaannya uang untuk ini didapat dari mana.

"Logikanya ini pakai uang dari mana, ini kan dungu namanya, pasti banyak yang berhenti kerja ini jika diterapkan," Pungkas Rocky disambut riuh ratusan hadirin yang memadati aula diskusi. (Mochammad Sudarsono)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved