Berita Pasuruan

Single Parent di Pasuruan Nekat Jual Pil Koplo, Akui Terdesak Ekonomi Hidupi 4 Anaknya Seorang Diri

Ibu empat anak ini mengaku, menjual pil koplo karena terdesak kebutuhan ekonomi keluarganya.

Single Parent di Pasuruan Nekat Jual Pil Koplo, Akui Terdesak Ekonomi Hidupi 4 Anaknya Seorang Diri
TRIBUNMADURA.COM/GALIH LINTARTIKA
Pengedar narkoba saat diperiksa di Polres Pasuruan, Rabu (10/4/2019). 

TRIBUNMADURA.COM, PASURUAN - Syafinah (47) warga Jalan Tengiri, Kelurahan Bendomungal, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, nekat menjual pil koplo.

Ibu empat anak ini mengaku, menjual pil koplo karena terdesak kebutuhan ekonomi keluarganya.

Akibat perbuatannya, ia harus mendekam di sel tahanan Polres Pasuruan setelah ditangkap polisi, Selasa (9/4/2019) malam.

Dewanti Rumpoko Imbau Warga Kota Batu Pakai Atribut Arema FC untuk Dukung Singo Edan Lawan Persebaya

Dari rumah tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya 1.528 butir tablet warna putih jenis Zenith, 2.800 butir tablet warna putih logo Y, dan 14 grenjengan rokok berisi 5 butir tablet warna putih logo Y.

Polisi juga mengamankan uang tunai hasil penjualan sebesar Rp 450.000, 2 pak klip plastik besar, satu kaleng bekas rokok merk Gudang garam dan satu unit ponsel warna hitam merk OPPO.

Tersangka mengaku, baru empat bulan berjualan obat-obatan terlarang tersebut.

"Karena ada permintaan, makanya nyambi berjualan ini," kata tersangka saat diperiksa di Polres Pasuruan, Rabu (10/4/2019).

Ular Piton Sepanjang 3 Meter Muncul di Wisata Sunan Bonang, Warga Menduga Datang dari Lokasi ini

"Hasilnya ya lumayan, bisa untuk biaya masak dan menghidupi anak-anak," sambung dia.

Dari penjualan tersebut, tersangka mengalu mendapatkan keuntungan mulai dari Rp 50.000 - Rp 100.000. 

Kasat Narkoba Polres Pasuruan, AKP Nanang Sugiyono menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan, tersangka hanya menjual dan menyimpan banyak pil di rumahnya.

Tol Pasuruan-Probolinggo Resmi Beroperasi, Jokowi Gratiskan Biaya Masuk Selama Dua Pekan ke Depan

Menurut AKP Nanang Sugiyono, tersangka merupakan orang tua tunggal yang harus menghidupi keempat anaknya sendirian.

"Sebelum usaha jualan pil, tersangka lebih dulu menjual sembako di rumahnya," ucap AKP Nanang Sugiyono.

"Jadi, rumahnya itu ada toko meracang, yang isinya belanja kebutuhan sehari-hari. Karena kurang keuntungannya, tersangka juga nyambi jual pil," jelasnya.

Jelang Pilpres 2019, Bandara Juanda Perketat Pengamanan, Antisipasi Terjadi Hal Tak Kondusif

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved