Berita Surabaya

Tanggul Anak Kali Lamong Jebol, Pemkot Surabaya Sebut Debit Air di Lokasi Melebihi Perkiraan

Tanggul sungai anak Kali Lamong di Sumberejo jebol hingga menyebabkan 8 RW tergenang air setinggi lutut orang dewasa.

Tanggul Anak Kali Lamong Jebol, Pemkot Surabaya Sebut Debit Air di Lokasi Melebihi Perkiraan
ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM
Satgas Pemkot Surabaya melakukan upaya penutupan pada tanggul sungai anak Kali Lamong, Jumat (3/5/2019) 

Tanggul sungai anak Kali Lamong di Sumberejo jebol hingga menyebabkan 8 RW tergenang air setinggi lutut orang dewasa

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Jebolnya tanggul sungai anak Kali Lamong di Sumberejo, Kecamatan Pakal, Surabaya, Jumat (3/5/2019) dinihari, menyebabkan 8 RW di kawasan tersebut kini tergenang air setinggi lutut orang dewasa.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyampaikan, jebolnya tanggul karena debit air yang melebihi perkiraan.

"Sebenarnya jebol itu karena debit airnya yang melebihi perkiraan kita," kata Eri Cahyadi setelah menemani Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, di Masjid Al Akbar.

Harga Bawang Putih di Trenggalek Tembus hingga Rp 60.000 per Kg Jelang Ramadan, Bawang Merah Turun

"Seperti, kalau kita melihat dari perkiraan cuaca BMKG itu, Surabaya dalam beberapa hari kedepan ini curah hujannya sampai 7 kali dari curah hujan paling lebat di Surabaya," tambah dia.

Eri Cahyadi menyampaikan, Pemkot Surabaya melakukan upaya semaksimal mungkin untuk mengatasi kondisi alam ini.

"Pelaksanaan yang kita lakukan di lapangan hanya bisa meninggikan tanggul itu, sambil menguatkan tanggul yang ada. Sambil kita mohon kerjasama teman-teman pusat dan provinsi untuk melakukan pengerukan," jelas Eri Cahyadi.

"Sebenarnya itu saja yang kita lakukan untuk sampai saat ini, sambil berharap curah hujan tidak melebihi," tambah dia.

Dua Wanita Pengedar Sabu Dibekuk BNNP Jatim, Polisi Sebut Pelaku Jaringan Lapas Kelas I Madiun

Selain melakukan upaya perbaikan tanggul sungai anak Kali Lamong, Pemkot Surabaya kini melakukan upaya antisipasi pada tanggul-tanggul yang lain agar tidak mengalami hal yang sama.

"Kita sudah sampaikan ke pusat dan juga teman-teman provinsi, untuk melakukan pengerukan (pada sungai) karena bukan kewenangan kita untuk pengerukannya," ucap dia.

"Jadi Insya Allah sudah ada koordinasi dengan teman-teman di sana karena tidak mungkin kita mengeruk sungai yang bukan punya kita," tutup Eri. (Pipit Maulidiya)

Driver Ojek Online di Sidoarjo Tanggapi Positif Kenaikan Tarif Ojol oleh Kementerian Perhubungan

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved