Berita Malang
Penipuan Lulus Masuk Universitas Brawijaya Terjadi Setiap Tahun, Rektor UB Imbau Siswa Berhati-hati
Kasus penipuan berkedok lulus Universitas Brawijaya ternyata terjadi setiap tahun.
Kasus penipuan berkedok lulus Universitas Brawijaya ternyata terjadi setiap tahun
TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Rektor Universitas Brawijaya, Prof Dr Ir Nuhfil Hanani MS mengaku, penipuan berkedok lulus di kampus UB tidak hanya terjadi tahun ini saja.
Menurut Nuhfil Hanani, selalu ada saja korban penipuan lulus Universitas Brawijaya setiap tahunnya.
"Setiap tahun ada. Sudahlah jangan mudah percaya masuk UB dengan menyumbang sekian ratus juta," kata Nuhfil Hanani, Jumat (14/6/2019).
• Penipuan Lolos Seleksi Masuk Universitas Brawijaya Memakan Korban, Pelaku Minta Uang Rp 100 Juta
Nuhfil Hanani mengaku, baru mengetahui satu korban di mana ada surat yang menyatakan diterima di Universitas Brawijaya dengan membayar sekian ratus juta.
Karena itu, ia mengantisipasi dengan membuat surat edaran agar hati-hati dengan modus penipuan.
"Untuk masuk UB ya lewat ujian. Untuk SBMPTN harus ikut UTBK dimana ada ujian skolastik dan akademik," ujarnya.
Tak hanya itu, ada juga korban yang tertipu saat penerimaan mahasiswa baru.
• Cerita Putri Iwan Budianto Laras Carissa Devinta Jadi Aremanita, Awalnya Temani Ayahnya di Arema FC
Saat itu, korban dijanjikan masuk Kedokteran setelah membayar ratusan juta dengan memakai jasa seseorang.
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang lulusan SMA Kabupaten Nganjuk, AB, menjadi korban penipuan lulus Universitas Brawijaya.
Korban mengaku, dijanjikan lulus Universitas Brawijaya oleh seseorang melalui akun Facebook.
Ia dijanjikan lulus Universitas Brawijaya dengan membayar uang sebesar Rp 100 juta.(Sylvianita Widyawati)
• Ada Rumah Terbuat dari Kontainer Bekas di Sidoarjo, Lebih Hemat Biaya dan Anti Rayap