Breaking News:

Berita Surabaya

Satu Warga Surabaya Meninggal Karena Demam Berdarah, Dinkes Langsung Gelar Fogging Secara Mobile

Satu Warga Surabaya Meninggal Karena Demam Berdarah, Dinkes Langsung Gelar Fogging Secara Mobile.

TRIBUNMADURA/PIPIT MAULIDIYA
Fogging dengan mobil dilakukan Dinkes Kota Surabaya di Jalan Kedondong Kidul, Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari, Rabu (20/2/2019). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Penyakit demam berdarah di Surabaya telah memakan korban. Seorang warga RT 07 Kedondong Kidul, Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari meninggal dunia karena sakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Sabtu (16/2/2019) lalu.

Selain itu, seorang balita yang tinggal di RT 13 Kedondong Kidul juga mengalami hal serupa. Sehingga dia  harus diopname karena DBD.

"Tapi warga saya sudah pulang. Ada beberapa kasus DBD lain di sekitaran wilayah RW 06," kata Dicky Sugeng Premana, Ketua RT 13 RW 06 Kedondong Kidul gang II Kecamatan Tegalsari, saat dihubungi Surya.co.id (Grup Tribunmadura.com), Rabu (20/2/2019).

Menurut Dicky, hari ini, mobil Dinas Kesehatan Surabaya datang ke kampungnya untuk melakukan fogging.

Jika biasanya fogging dilakukan oleh perorangan, masuk-masuk ke rumah warga, namun tidak kali ini, dilakukan secara mobile.

"Alat foggingnya di atas mobil. Jadi pengasapan atau fogging sambil mobil jalan. Jadi nggak ke rumah-rumah warga, cuma muter kurang luas coveragr area pengasapannya. Sepertinya atas permintaan puskesmas, karena sebelumnya saya mau ajukan fogging ke Dinkes, tapi nggak bisa ngajukan kalau baru ada satu kasus," terangnya.

Penyakit Demam Berdarah Makin Mewabah, Jangan Hanya Mengandalkan Fogging Saja

Tepis Isu Penghapusan, Gubernur Khofifah Jamin Bosda Madin Cair Bulan Maret 2019 dan Nilai Dinaikkan

Jalin Asmara Dengan Pemuda Usia Beda 49 Tahun, Mbah Mentil Dibunuh Kekasih Brondong Usai Disetubuhi

Selain menggunakan mobil, Dicky mengatakan fogging kali ini beda dari asap yang disemprotkan.

Tak seperti biasanya yang penuh asap tebal, fogging cenderung memiliki asap tipis.

"Tapi kayaknya obat mungkin lebih banyak, sampai kerasa nyegrak (menyengat) di tenggorokan," tambahnya.

Setelah dari Jalan Kedondong Kidul, mobil mengarah ke Jalan Mawar, dekat balai RW 03.

Tidak hanya fogging, petugas Puskesmas Kedungdoro melakukan penyampaian cegah DBD kepada para Ibu-ibu Pemantau Jentik (Bu Mantik) di RW 07.

"Sayanganya tadi cuma selewatan saja, itu pun gak masuk ke rumah-rumah dan nyemprotnya gak ke arah selokan-selokan," tutup Dicky. 

Pasang Iklan Umrah Abal-Abal, Rp 50 Juta Bisa Berangkatkan 4 Orang, Petinggi Media Surabaya Tertipu

Andalkan Minyak Racikan Belajar dari Youtube, Remaja ini Dengan Mudah Rampok Driver Grab Car

Sidang Tuntutan Driver Ojek Online yang Diduga Lalai dan Sebabkan Penumpang Tewas Batal Digelar

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved