Berita Sidoarjo

Polda Jatim Gerebek Industri Rumahan Makanan Minuman Berbahan Baku Tawas & Penyedap Rasa Kadaluarsa

Industri rumahan makanan ringan itu digerebek karena diduga bahan baku menggunakan tawas dan penyedap rasa kadaluarsa.

Polda Jatim Gerebek Industri Rumahan Makanan Minuman Berbahan Baku Tawas & Penyedap Rasa Kadaluarsa
TRIBUNMADURA.COM/KUKUH KURNIAWAN
Polisi menunjukan barang bukti makanan dan minuman dengan bahan baku menggunakan tawas dan penyedap rasa kadaluarsa, Kamis (14/03/2019). 

TRIBUNMADURA.COM, SIDOARJO - Polda Jatim menggerebek industri rumahan makanan ringan UD Davis di Desa Tanjungsari RT 21 RW 03, Kecamatan Taman, Sidoarjo.

Industri rumahan makanan ringan itu digerebek karena diduga bahan baku menggunakan tawas dan penyedap rasa kadaluarsa.

Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan mengatakan, industri rumahan tersebut beroperasi meski tak memiliki izin baik segi industri pangan.

"Setelah dilakukan penyelidikan mendalam, ternyata diketahui industri makanan ringan jenis pilus tersebut ditemukan memakai bahan berbahaya dalam produksinya, yaitu tawas serta bahan perasa yang telah kadaluarsa," jelas Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan, Kamis (14/03/2019).

Kepala Disnakertrans Sarankan Pemkab Pamekasan Bikin Plang untuk Kurangi Jumlah Pengamen Jalanan

Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan menjelaskan, tawas sendiri biasa dikenal sebagai bahan untuk menjernihkan air.

Menurut Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan, perusahaan ini telah berdiri selama tiga tahun dan memiliki omzet hingga Rp 300 juta per bulan.

"Kami akan melakukan pengecekan distribusi makanan ringan karena diketahui wilayah pemasarannya Jawa Timur," jelas Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan.

"Dan kami akan berkoordinasi dengan dinas untuk melakukan penarikan makanan ringan tersebut," tambahnya

Pekerja Pelipat dan Sortir Surat Suara Pemilu 2019 di Pamekasan Dapat Upah Rp 65 - Rp 98 Per Lembar

Dari penggerebekan tersebut, polisi menetapkan satu tersangka berinisial D, yang merupakan pemilik perusahaan.

"Untuk pasal yang disangkakan ada dua, yaitu pasal 120 UU No 3 Tahun 2014 Tentang Perindustrian dengan ancaman pidana 5 tahun serta pasal 142 UU No 18 Tahun 2012 Tentang Pangan dengan pidana 2 tahun," bebernya.

Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan menegaskan, akan menelusuri lebih lanjut apakah ada keterlibatan pihak lain, mengingat berbagai bahan perasa kadaluarsa diambil dari luar.

"Kami akan dalami lebih lanjut apakah ada tempat khusus yang menampung bahan tersebut. Dan kami mengimbau agar masyarakat waspada dan hati hati mengkonsumsi makanan yang demikian," tandasnya.

Direktur PDAM Pamekasan Lepas Tiga Pegawai Purna Tugas, Beri Tali Asih untuk Mantan Pekerjanya

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved