Berita Pamekasan

Tinggal di Gubuk Reyot, Nenek Warga Pamekasan ini Mengaku Belum Pernah Tersentuh Bantuan PKH

Program Keluarga Harapan (PKH) di Dusun Pelan, Desa Larangan Dalam, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, dinilai masih belum tepat sasaran

Tinggal di Gubuk Reyot, Nenek Warga Pamekasan ini Mengaku Belum Pernah Tersentuh Bantuan PKH
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Kamariah warga Dusun Pelan Rt / Rw (03/08), Desa Larangan Dalam, Kabupaten Pamekasan saat duduk di dalam kamarnya, Minggu (17/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Program Keluarga Harapan (PKH) di Dusun Pelan, Desa Larangan Dalam, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, dinilai masih belum tepat sasaran kepada KPM (Keluarga Penerima Manfaat).

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dusun Pelan, Desa Larangan Dalam, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Halili (42).

Pasalnya, warganya yang bernama Kamariah, seorang janda yang hidup bersama anak bungsunya di gubuk yang sudah hampir reot selama 50 tahun belum pernah merasakan bantuan dari pemerintah.

Jembatan Suramadu Ditutup Selama 7 Jam, Pelabuhan Kamal Dipadati Penyeberang, Mengular Hingga 1 KM

PSI Dianggap Cheerleader di Partai Koalisi Oleh PDIP, Jubir PSI: Senior itu Apa Ada Substansinya?

Real Madrid Kembali Rasakan Tuah dari Pelatih Zinedine Zidane, Menangkan Laga Lawan Celta Vigo 2-0

Halili (42) mengatakan bahwa program yang seharusnya menjadi harapan bagi masyarakat yang kurang mampu namun nyatanya data yang selama ini diterima oleh masyarakatnya malah tidak pernah tepat sasaran.

“Bahkan, Pendataan PKH dilakukan melalui statistik, tapi nyatanya warga kami yang benar - benar tidak mampu malah tidak pernah menerima bantuan pemerintah sepeserpun,” katanya kepada Tribunmadura.com, Minggu (17/3/2019).

Halili berharap, Kepada pemerintah agar pendataan penerima PKH melibatkan lingkungan pemerintahan desa supaya data penyaluran bantuan tepat dan sampai pada sasaran.

Ngaku Anggota BIN, Dua Pria ini Tipu Mantan Kekasihnya, Ternyata Juga Buka Pembuatan KTP Palsu

Romahurmuziy Tersangka, Nama Khofifah Masuk Bursa Ketua Umum PPP: Saya Fokus Sebagai Gubernur

Pria Pelaku Pelecehan Seksual Pamer Kelamin Dibekuk Polisi, Ngaku Ada Kepuasan Tersendiri

Sementara Kamariah warga Dusun Pelan Rt/Rw (03/08), Desa Larangan Dalam, menjelaskan bahwa dirinya selama ini tidak pernah disentuh sedikit pun oleh pemerintah Pamekasan.

Bahkan, Kamariah seorang janda yang hanya tinggal di rumah seadanya dengan ditemani anak bungsunya yang masih duduk di bangku sekolah dasar mengaku selama 50 tahun dirinya tinggal tidak pernah mendapat perhatian pemerintah.

"Dari dulu saya tidak pernah terdata meskipun sudah mengajukan bantuan, saya bekerja serabutan demi hidupi keluarga saya. Bahkan jadi kuli proyekpun saya kerjakan," katanya.

Tak hanya itu, Koordinator Pemuda Desa Larangan, Rosi Kancil (34) turut angkat bicara, pihaknya berharap agar pemerintah turun langsung ke lapangan untuk melihat keadaan rumah Kamariah dan beberapa warga di Dusun Pelan, Desa Larangan Dalam yang kondisi hidupnya memang memprihatinkan tapi belum pernah merasakan bantuan dari Pemerintah.

"Saya berharap di tahun ini beberapa warga di Dusun Pelan, Desa Larangan Dalam yang kondisi hidupnya memprihatinkan bisa masuk dan menjadi penerima Program Keluarga Harapan (PKH)," ujarnya.

Rosi Kancil mengaku merasa heran, menurutnya realisasi penerimaan PKH ini tidak adil karena di desanya ada orang yang dinilai kehidupannya lebih baik dari Kamariah tapi bisa masuk dan menjadi penerima (PKH).

Kasatpol PP Sumenep Jelaskan Kronologi Oknum Kadis yang Digerebek Istri Sah Saat Selingkuh

Gisel Dekat dengan Wijaya Saputra, Roy Marten Nasehati Gading: itu Kehidupan yang Harus Dihadapi

Karena Terkendala Cuaca, Target Pemeliharaan Jalan Nasional Sumenep - Sampang Belum Bisa Diprediksi

"Saya heran mengapa hal itu bisa terjadi karena penerima PKH di Desa Larangan Dalam ada yang memiliki sepeda motor dan rumah gedung, tapi mengapa yang kondisinya seperti Ibu Kamariah kok tidak dapat? Ibu Kamariah itu bagi saya sudah sepantasnya dapat bantuan dari pemerintah," ucapnya.

Rosi Kancil berharap agar apa yang dikeluhkan oleh pihaknya tersebut dikemudian hari bisa menjadi perhatian dari pemerintah pusat, khusunya pemerintah Kabupaten Pamekasan.

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved