Berita Mojokerto

Mengaku Tak Bisa Berenang, Pekerja Pengencang Baut Jembatan Tercebur dan Hilang di Sungai Brantas

Pekerja pengencangan baut jembatan tercebur dan hanyut di Sungai Brantas, Selasa (9/4/2019).

Mengaku Tak Bisa Berenang, Pekerja Pengencang Baut Jembatan Tercebur dan Hilang di Sungai Brantas
TRIBUNMADURA.COM/DANENDRA KUSUMA
Tim Sar melakukan penyisiran di Sungai Brantas, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Rabu (10/4/2019) 

TRIBUNMADURA.COM, MOJOKERTO - Islafudin (21) pekerja pengencangan baut jembatan tercebur dan hanyut di Sungai Brantas, Selasa (9/4/2019).

Hingga kini, warga Dusun Krajan Desa Jetak, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban ini belum ditemukan.

Saksi mata sekaligus rekan kerja Islafudin, Harianto (27) mengatakan, saat itu Islafudin hendak beristirahat setelah bekerja sedari pagi.

Pembangunan Bandara di Pulau Masalembu Tak Jelas, Komisi III DPRD Soroti Minimnya Political Will

"Islafudin mengencangkan baut jembatan bagian bawah. Karena sudah pukul 15.45 WIB, dia naik ke atas jembatan untuk beristirahat," jelas dia, Rabu (10/4/2019).

"Saat naik, dia terpeleset lantas jatuh ke jaring pengaman. Tetapi tali jaring pengaman terlepas, kemudian tercebur ke sungai. Islafudin berteriak meminta tolong," sambung dia. 

Mendengar teriakan Islafudin, Harianto berusaha menolongnya dengan menceburkan diri ke sungai.

Karena saat itu arus Sungai Brantas deras, dirinya tak dapat meraih tangan Islafudin.

Pembangunan Sport Center Sumenep Habiskan Puluhan Miliar, Lelang Tender Diharap Secara Profesional

"Saya sempat ikut terbawa arus. Namun, saya berhasil menepi," ucap dia. 

Harianto mengungkapkan, Islafudin tak bisa berenang, sehingga secara spontan ia berusaha menyelamatkan temannya tersebut.

"Dia tidak bisa berenang. Islafudin juga sempat berkata kepada kami 'seandainya tercebur mungkin saya akam mati. Karena saya tidak bisa berenang'. Dia mungkin telah mempunyai firasat," ucapnya.

Anggota Satpol PP Sumenep Segel Tambak Udang Tak Berizin di Kecamatan Bluto

Sementara itu, Kapolsek Pungging, AKP Suwiji mengatakan, sudah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Mojokerto, Tim Sar, dan relawan, saat pencarian korban pada hari kedua.

"Tim Sar melakukan penyisiran dengan menggunakan 3 perahu karet. Selain itu kami juga berkoordinasi dengan Polsek Krembung, Kabupaten Sidoarjo," jelas AKP Suwiji.

"Sebab, arus sungai Brantas mengarah ke wilayah Sidoarjo. Kami meminta bantuan agar pihak Polsek Krembung menginfokan ke warga apabila menemukan korban, bisa melaporkan ke kami," pungkasnya. (nen)

Pengguna Sabu di Sumenep Ditangkap Polisi, Kedoknya Terungkap setelah Jatuh saat Mengendarai Motor

Penulis: Danendra Kusuma
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved