Liga 1 2019

Pernah Jadi Saksi Kerusuhan Suporter, Laras Carissa Devinta Tak Trauma Nonton Arema FC di Stadion

Meski pernah mengalami kejadian mengerikan pada tahun 2008 lalu, Laras Carissa Devinta mengatakan, masih sering menyaksikan sepak bola di stadion.

Pernah Jadi Saksi Kerusuhan Suporter, Laras Carissa Devinta Tak Trauma Nonton Arema FC di Stadion
Instagram/vintulvee
Laras Carissa Devinta 

Tak sampai di situ, Laras Carissa Devinta dan keluarganya menjadi sasaran kemarahan oknum suporter yang tidak terima dengan hasil pertandingan laga Persik Kediri Vs Arema FC kala itu.

Mahasiswi Universitas Brawijaya Malang ini menyebut, ada oknum suporter yang sengaja mengungkap identitas keluarga Iwan Budianto.

"Ada provokator yang teriak kasih tahu kalau kami keluarganya pak IB. Papaku di bench kan, nggak bareng kami di tribun karena papaku manajer di Persik," ulas gadis berusia 20 tahun tersebut.

Kendati begitu, insiden mengerikan di Stadion Brawijaya tidak membuat Laras Carissa Devinta trauma dengan dunia sepak bola Indonesia.

PDIP Beri Sindiran Keras ke Risma Jelang Pilkada Surabaya 2020, Hal Prinsip Ini yang Jadi Pemicunya

Partai Golkar Jajaki Koalisi dengan PDI Perjuangan Menjelang Pilwali Surabaya 2020

Advokat di Surabaya ini Dilaporkan Perkosa Staf Cewek Usai Mandi, Juga Mengancam Bunuh Pakai Pistol

Gadis yang karib disapa Vintul ini, kini bahkan menjadi pendukung Arema FC atau Aremanita.

Vintul mengaku, tidak trauma dengan atmosfer sepak bola Indonesia dan tetap menyaksikan laga Arema FC di stadion.

"Karena mungkin aku masih kecil waktu itu. Jadi aku nggak sadar whats going on actually," ujar Vintul.

"Baru pas gedenya diceritain, baru tahu gitu kalau saat itu pernah mengalami. Aku cuma ingatnya saat kami dilemparin sampai kaca mobil pecah," lanjut dia.

"Nggak tahu juga kenapa kejadian yang di stadion malah nggak ingat apa-apa. Mungkin karena waktu itu aku disuruh jongkok dan ditutupin, jadi aku nggak lihat apa yang sedang terjadi," tambahnya.

Vintul berharap, kejadian berdarah di Stadion Brawijaya tersebut tidak lagi terulang di dunia pesepakbolaan Indonesia.

Halaman
123
Penulis: Ayu Mufidah Kartika Sari
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved