Berita Sumenep

Puluhan Warga 2 Desa di Sumenep Geruduk Balai Desa, Tolak Cakades Berasal dari Luar Desa Setempat

Puluhan warga dari dua desa di Kabupaten Sumenep menggeruduk Kantor Balai Desa setempat.

Puluhan Warga 2 Desa di Sumenep Geruduk Balai Desa, Tolak Cakades Berasal dari Luar Desa Setempat
TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Puluhan warga Desa Sera Timur, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep saat demo di Balai Desa setempat, Jumat (23/8/2019). 

Puluhan warga dari dua desa di Kabupaten Sumenep menggeruduk Kantor Balai Desa setempat

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Puluhan warga Desa Sera Timur, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, secara ramai-ramai menggeruduk Kantor Balai Desa setempat, Jumat (23/8/2019).

Kedatangan puluhan warga Desa Sera Timur itu untuk meminta calon kepala desa untuk menunda pendaftaran mereka pada Pilkades Serentak 2019 di Kabupaten Sumenep.

"Kami meminta calon kepala desa yang hendak mendaftarkan diri untuk menunda dulu hingga kondisi aman," kata Taufiqurrahman, Camat Bluto pada wartawan.

Puluhan Ambulans Disiapkan di Pelabuhan Kalianget untuk Angkut Korban KM Santika Nusantara Terbakar

Identitas Terduga Teroris di Madura yang Ditangkap Densus 88 Terungkap, Bekerja Jadi Dokter Gigi

"Karena kalau melihat kondisi seperti ini (ricuh), tidak memungkinkan," sambung dia.

Aksi tersebut juga dilakukan warga Desa Ganding, Kecamatan Ganding.

Warga setempat dengan tegas menolak calon kepala desa dari luar desa untuk mendaftarkan diri pada Pilkades Serentak 2019 di Kabupaten Sumenep.

Tak pelak, aksi massa mendapat pengamanan langsung dari puluhan aparat Polres Sumenep.

Bupati Sampang Merasa Kecolongan Ada Warganya Terduga Teroris Jaringan ISIS Ditangkap Tim Densus 88

Namun, pihak panitia tetap akan berpegang teguh terhadap perundang-undangan dan aturan lain Pilkades Serentak 2019 yang berlaku.

"Forpimka tetap menjaga di desa yang akan melaksanakan Pilkades ini aman dan tertib sampai pelaksanaan Pilkades nanti. Tetap berpegang terhadap aturan yang ada," katanya.

Seperti diketahui, aksi warga dari dua desa itu merupakan buntut dari aturan yang membolehkan warga manapun yang masih penduduk Indonesia, untuk mencalonkan diri di desa manapun.

Terasuk yang tertulis dalam Perbup 39 tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Bupati Sumenep nomor 27 tahun 2019 tentang Juknis Perda nomor 8 tahun 2014 tentang pedoman pencalonan, pemilihan, pengangkatan, pelantikan, dan pemberhentian kepala desa.

Berikut Daftar Nama Penumpang Selamat KM Santika Nusantara yang Dievakuasi, Mayoritas Laki-Laki

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved