Berita Surabaya
Dipeluk Erat Wali Kota Surabaya Risma Dihadapan Guru dan Ortu, Siswa SMP Nyatakan Siap Dipenjara
Dipeluk Erat Wali Kota Surabaya Risma Dihadapan Guru dan Ortu, Siswa SMP Nyatakan Siap Dipenjara
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Mujib Anwar
Pelajar SD dan SMP itu ada yang terlibat tawuran.
Ada pula yang diamankan petugas karena kedapatan ngelem (zat adiktif dengan bau nge-fly), ada yang terlibat narkoba hingga putus sekolah.
• Gadis Muda Madura ini Terus Diperkosa Enam Orang saat Tak Sadarkan Diri dari Malam hingga Pagi Hari
• Pakde Karwo mantan Gubernur Jatim Ditunjuk Menjadi Staf Khusus Menko Perekonomian Darmin Nasution
Risma akhirnya mempersilakan pelajar tadi duduk kembali.
Tidak hanya guru, Risma juga menghadirkan para orang tua semua pelajar yang tersangkut masalah hukum itu.
"Semua mari selamatkan generasi kita," ucap Risma.
Tidak berhenti di situ. Perempuan asli Kediri ini juga menanyai satu per satu pelajar tersebut.
Dengan pendekatan sebagai pemimpin sekaligus ibu, Risma tegas meminta para pelajar itu menghentikan perbuatan yang tidak saja memusnahkan masa depan.
Tapi juga membuat susah orang tua dan lingkungan.
"Ayo tetap mata ibu. Janji, kalau kamu terlibat miras lagi minta diapakan. Silakan kalian sendiri yang janji biar orang tua dan guru kalian dengar. Semua biar tahu," kata Risma.
Pelajar dengan inisial I yang terlibat dan kecandua miras pun berucap:
"Saya berjanji tidak akan terlibat miras lagi. Kalau terlibat siap dipenjara," katanya, dan bikin semua yang hadir terdiam.
Ada yang menghibur juga saat para pelajar yang terlibat tawuran dipertemukan.
Mereka saling memaafkan dan rangkulan. Kembali suasana haru terasa.
Begitulah cara Wali Kota Surabaya Risma mengajak pelajar yang terlibat masalah kriminal untuk sadar.
Dinas Pendidikan Kota Surabaya bersama sekolah, psikolog, dan semua kecamatan dilibatkan.
Termasuk anak yang putus sekolah diminta sekolah lagi.
"Kami akan data anak putus sekolah karena masalah kriminal. Sesuai perintah Ibu Wali Kota, mereka akan kami sekolahkan lagi. Mereka punya masa depan," kata Kepala Dindik Surabaya M Iksan.