Kasus Pencurian

Belajar Otodidak dari Game Mobil Balap Need For Speed, Pria ini Ciptakan Modus Baru Pencurian Mobil

Belajar Otodidak dari Game Mobil Balap Need For Speed, Pria ini Ciptakan Modus Baru Pencurian Mobil

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNMADURA/LUHUR PAMBUDI
Enam pelaku pencurian mobil yang berhasil diungkap Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim yang dibeber ke media, Selasa (24/9/2019). 

Belajar Otodidak dari Game Mobil Balap Need For Speed, Pria ini Ciptakan Modus Baru Pencurian Mobil Lalu Ditangkap Polda Jatim

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Ada-ada saja modus pencurian mobil di jaman sekarang. Kecanggihan teknologi ikut dimanfaatkan untuk melancarkan aksinya.

Hal ini seperti yang dilakukan Zulkilfli, pelaku pencurian mobil, warga Banjar Anyar, Kediri, Tabanan, Provinsi Bali.

Zulkifli justru memanfaatkan kecanggihan terknologi, yakni perangkat keras Global Positioning System (GPS) untuk memonitoring obyek mobil yang akan dicurinya.

Dengan cara itu, semula aksinya membawa kabur satu unit mobil Kijang Innova itu berhasil.

Namun ternyata tak sampai kurun waktu 24 jam, dia dikejar oleh Unit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim beserta Satreskrim Polres Banyuwangi.

Zulkifli berhasil diringkus lalu dikeler polisi, sebelum menguangkan barang curiannya itu, menjelang magrib, Jumat (20/9/2019).

Istri Gerebek Suaminya Sendiri di Kamar Hotel, Suami Kepergok Malam Mingguan Berdua dengan Bidan

ANEH Sehari Usai Polisi Pasang Spanduk Larangan Bakar Hutan, Hutan Maliran Blitar Langsung Terbakar

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Leonard Sinambela menuturkan, modus pencurian mobil yang dilakukan pelaku terbilang baru.

Kendati pelaku merupakan penjahat amatiran, karena baru sekali beraksi tapi sudah keburu ditangkap polisi.

"Pelaku memakai GPS untuk mengincar target curiannya, baru sekali ngakunya, enggak tahu nanti," katanya di Lapangan Markas Polda Jatim, Selasa (24/9/2019).

Ia menerangkan, mualnya pelaku berupaya menyewa mobil milik korbannya untuk digunakan bepergian selama kurun waktu lima hari.

Setelah masa sewanya habis, lanjut Leo, pelaku mengembalikan mobil kepada si korban.

Namun sebelumnya, pelaku telah memasang sebuah komponen hardware GPS di dalam bagian mobil tanpa diketahui oleh si korban.

"Jadi pelaku memang pasang GPS di mobil korban yang saat itu juga ada GPSnya," ujarnya.

VIRAL di Whatsapp (WA) Siswa di Jombang Tak Masuk Sekolah Demi Nonton Karnaval, Faktanya Mengejutkan

100 Pedagang Terlanjur Kabur dari Hi Tech Mall, Anehnya Pemkot Surabaya Tiba-tiba Berubah Rencana

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved