Berita Batu
Kota Batu Diterjang Angin Kencang, Petani Apel Merugi Karena Banyak Buahnya yang Jatuh dan Rusak
Petani di Kota Batu mengalami kerugian karena lahan apel miliknya diterjang angin kencang beberapa waktu lalu.
Penulis: Benni Indo | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Saat ini, Sutrisno hanya berharap kepada pembuat kripik.
• Viral di Instagram, MC Dapat Bogem Mentah Dua Pria Tak Dikenal di Atas Panggung Orkes Dangdut
• Mau Menikahi Pacarnya Akhir Tahun ini, Driver Taksi Online Dibunuh dan Mayatnya Dibuang ke Jalan Tol
Pasalnya, Apel Manalagi yang dipungut masih bisa digunakan untuk membuat keripik.
Itu pun, kata dia, dijual dengan harga Rp 1000 per kilogram.
“Kalau ada orang butuh untuk buat kripik, yang Manalagi bisa dijual tapi sekitar Rp 1000. Kalau yang tua sekitar Rp 7000 per kilogram,” paparnya.
Di sisi lain, Sutrisno ingin bunga kredit bank tidak dihitung karena petani sedang mengalami kerugian akibat bencana alam.
Sutrisno ingin pihak bank memberikan toleransi kepada petani.
“Kami minta bunganya tidak dihitung dulu sebagai bentuk toleransi karena kami kena musibah. Nanti kalau sudah normal, ya kami bayar normal,” ujarnya.
• Tempat Karaoke Rossa di Kota Malang Disegel, Diva Family Karaoke Diduga Belum Bayar Pajak Dua Tahun
Sementara itu, petani di Desa Sumber Brantas juga mengalami hal serupa.
Beberapa komiditi sayuran gagal panen karena tersapu angin seperti wortel, kentang, sawi, dan andewi.
Eko Nurcahyo, seorang petani kentang dan wortel di Desa Sumber Brantas mengatakan jika tanamannya rusak.
"Kemarin baru ditanam jadi ya rusak semua kena angin," ungkapnya.
"Kerugian akibat gagal panen berkisar ratusan juta. Bukan hanya punya saya, hampir semua petani," papar dia.
• Sudah Dibui Berkali-Kali, Maling ini Tak Kapok Beraksi, Diawali Jalan Kaki Keliling Desa Cari Mangsa
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko berjanji, akan membantu seluruh aspek yang diperlukan warga terdampak bencana.
Dewanti Rumpoko berjanji, akan membantu pembenahan rumah dan bantuan untuk pertanian.
"Saya sudah perintahkan Dinas Pertanian segera mengecek ke lokasi dan bisa membantu para petani," kata Dewanti Rumpoko.