Kisah Pilu Fitri Menikah di Depan Jenazah Ayahnya, Akad Dipercepat Karena Bus Sriwijaya Kecelakaan

Dwi Fitri Rahmani menikah dengan pujaan hatinya di depan jenazah sang ayah yang menjadi korban kecelakaan maut.

Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
shutterstock.com
Ilustrasi - Kisah Pilu Fitri Menikah di Depan Jenazah Ayahnya, Akad Dipercepat Karena Bus Sriwijaya Kecelakaan 

Dwi Fitri Rahmani menikah dengan pujaan hatinya di depan jenazah sang ayah yang menjadi korban kecelakaan maut

TRIBUNMADURA.COM - 25 Desember 2019 menjadi momen yang tidak akan pernah dilupakan Dwi Fitri Rahmani.

Warga Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan itu, harus menerima kenyataan manis sekaligus menyedikan dalam hidupnya.

Momen pernikahan Dwi Fitri Rahmani seharusnya menjadi kisah hidup membahagiakan.

Gara-gara Bus Sriwijaya Kecelakaan, Fitri Harus Menikah Dengan Kekasihnya di Depan Jenazah Ayahnya

TERUNGKAP Sebelum Dibunuh Pemandu Lagu Cantik Ditraktir Makan Temannya, Momen Pamitan Ibu Bikin Haru

Ada 15 Ribu Orang yang Datang ke Kota Batu Per Hari untuk Habiskan Waktu Libur Natal dan Tahun Baru

Tapi, pada saat yang bersamaan, Dwi Fitri Rahmani kehilangan sang ayah tercinta, Warsono.

Warsono meninggal tepat saat Dwi Fitri Rahmani akan melangsungkan pernikahan.

Warsono menjadi satu di antara 31 korban tewas dalam kecelakaan Bus Sriwijaya.

Karenanya, Fitri terpaksa menikah di depan jenazah ayahnya.

Prosesi akad nikah Fitri dan suami digelar di kediaman mereka di Dusun 1 Perajen RT 1, Mariana, Kabupaten Banyuasin.

Di dekat kedua mempelai, jenazah Warsono dibaringkan.

Sebanyak 24 Warga Binaan Rutan Klas I Surabaya Dapat Remisi Natal, Satu di Antaranya Langsung Bebas

Sambut Tahun Baru 2020, Satlantas Polres Pamekasan Gelar Zikir dan Doa Bersama Puluhan Anak Yatim

Bersama sang kekasih, yakni Rahmad Kasmantri, Fitri mengucap janji pernikahan dihadapan jenazah ayahnya.

Kesedihan dan isak tangis pun tak hanya dialami Fitri.

Namun, keluarga almarhum, keluarga besar, kerabat, dan tamu undangan pun, terlihat sesekali-kali mengusap air mata.

Saat ditemui awak media, Fitri tak kuasa menjawab pertanyaan wartawan.

Ia hanya diam menahan kesedihan.

"Nanti Pak, kami sedang ada musibah," ungkap keluarganya kepada awak media.

Sumenep Kini Punya Hotel Bintang Tiga, Hotel de Baghraf Jadi yang Pertama Berdiri di Kota Sumekar

Tak Sampai 24 Jam, Maling Motor Dibekuk Polisi, Aksinya Viral setelah Korban Curhat di Facebook

Sama halnya juga dengan pengantin pria yang enggan berkomnetar.

Orangtua mempelai laki-laki, Kasim mengatakan, akad nikah berjalan dengan lancar.

Kata dia, kedua mempelai akan melangsungkan pernikahan pada Minggu (29/12/2019).

"Namun terpaksa kita percepat hari ini," ucap Kasim ketika ditemui Sriwijaya Post ( Grup Tribunmadura.com ).

Karena kondisi sepertinya ini, suasana kita sedang berduka," sambung dia.

"Ini permintaan dari keluarga Fitri," ungkapnya.

PT Jasa Marga Sediakan Rest Area di Tol Pandaan-Malang, Ada Fasilitas Toilet hingga Tempat Ibadah

Ia mengungkapkan, pernikahan sang putra dan Fitri disaksikan langsung oleh almarhum Warsono dan cucunya yang juga meninggal dunia, yakni Akbar.

"Jadi almarhum ini pergi ke kota Bengkulu ini hendak menjemput sang cucunya (M akbar-red), untuk menyaksikan pernikahan tante ini," ungkapnya kembali.

Di tempat yang sama, kades setempat, Anhar membenarkan bahwa adanya warganya yang meninggal dunia sebanyak 5 orang.

Kelima orang yang tewas dalam kecelakaan Bus Sriwijaya itu yakni, Warsono (62), M Akbar (13), Selvi Nurpel (16), Aulu Azmi (15), dan Amelia (13).

"Benar ada 5 orang warga kita yang meninggal dunia dalam kecelakan bus di Pagar Alam," kata dia.

"Dan hari ini direncanakan akan dikebumikan di pemakamam desa Perajen Kecamatan Banyuasin," ungkapnya.

Kantor KPU Pamekasan Kebanjiran Akibat Hujan Deras, Sejumlah Berkas Penting di Dalam Ruangan Basah

Menurut Anhar, pemakaman akan dilakukan secara kolektif di tempat yang sama di satu tempat.

"Semuanya korban masih ada kaitan keluarga dan semuanya sekolah di pesantren di Bengkulu," tutupnya.

Sedangkan Fahrul, warga setempat mengaku, mengenal sosok Alhmarhum Warsono.

Ia menyebut jika Warsini merupakan sosok yang baik di mata warga sekitar.

"Orang ramah pak dan baik. Dengan warga di sini murah senyum, dan mudah bergaul. Tak menyangka ada musibah ini," kata dia.

"Kami doakan almarhum mendapatkan temui mulia, amien, amien," ucap Fahrul.

Bus Sriwijaya penuh penumpang tujuan Bengkulu-Palembang mengalami kecelakaan maut di Liku Lematang, Desa Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Selatan, kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Selasa (24/12/2019).
Bus Sriwijaya penuh penumpang tujuan Bengkulu-Palembang mengalami kecelakaan maut di Liku Lematang, Desa Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Selatan, kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Selasa (24/12/2019). (Istimewa via sripoku.com)

Sebelumnya, diketahui Bus Sriwijaya penuh penumpang tujuan Bengkulu-Palembang mengalami kecelakaan maut.

Kejadian kecelakaan Bus Sriwijaya terjadi di Liku Lematang, Desa Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Selasa (24/12/2019). 

Berikut update terakhir korban tewas kecelakaan maut Bus Sriwijaya berjumlah 31 orang :

1. Rizki saputra, Laki-laki, Pergito Muaraenim

2. Sonia, (P) 17 tahun, Pergito Muaraenim

3. Kelvin Andeka (L) Dusun Kepayang Bengkulu

4. Okti Karusniati (P) 35 th, Jl Kuala Lempung Ratu Agung Bengkulu

5. Fadhil (L) 10 th, Dusun Marya Mula Pondok Kuba Bengkulu Tengah

6. Rahmat Hidayat (L) Ds Air Kelinsar Empat Lawang

7. Farel (L) Desa Kepayang

8. Feryi Aprizal (L) 34 th, Perumahan Yasera Damai sako Kenten Palembang

9. Blm diketahui identisas

10. Nanik (P) Ulu Musi Empat lawang

11. Ulul (P) Banyuasin

12. Yasiroh (P) Ponpes Bengkulu

13. Ayu Intan Sekarwati (P) 9 th Ramanjaya Muko-muko Bengkulu

14. Melia Sapira (P) Palembang, Ponpes Bengkulu

15. Efran Fadilah Akbar (L), Kepayang, Bengkulu

16. M Akbar Prabowo (L) 13 th, Prajen Bayuasin

17. Metriani Andeka (P) 43 th Dusun Kepayang Bengkulu

18. Ali Jaya (L) Gandaria Bengkulu

19. Ilyas( L ) Demang Lebar Daun Palembang

20. Jimmi Yuda Sanjaya (L) 23 th, Empat Lawang

21. Identitas blm diketahui

22. Warsono ( L) Kec maryana, Banyuasin

23. Imron (L) Engano Bengkulu.

24. Rosita 50 th (P) Jl Sriwijaya Sidorejo Pasar Muaraenim

25. Feri 48 th, Laki-laki, Belakang Pondok kec Ratu Samban Bengkulu

26. Dwi Sunarto 56 th ( L ), Ds Bukit Kec. Semidang Bengkulu Tengah.

27. Raihan Gani (L) umur 5 th, ank dari No 10 (Nanik) alamat ulu musi

28. Raisa (P) 5 th, Palembang

29. Baru Ditemukan, belum teridentifikasi

30. Baru Ditemukan, belum teridentifikasi

31. Baru Ditemukan, belum teridentifikasi

Artikel ini telah tayang di Tribunstyle.com dengan judul Tangis Fitri Pecah, Harus Menikah di Depan Jenazah Ayah yang Meninggal di Kecelakaan Bus Sriwijaya

Kemarahan Bupati Madiun saat Tahu Ada Tempat Hiburan Malam yang Tetap Beroperasi saat Malam Natal

Pendiri Indonesia Soccer Academy Gelar Sarasehan di Sampang, Bintang Muda Persebaya Turut Hadir

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved