Warga Sumenep Tak Bisa Berlayar
Tinggi Gelombang Laut Mencapai 3 Meter, Kapal Tujuan Pulau Kangean Baru Berlayar Tiga Hari Lagi
tinggi gelombang laut di Perairan Sumenep mencapai 3 meter, kapal tujuan Pulau Kangean baru berlayar tiga hari lagi
Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Mujib Anwar
Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana
TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas V Kalianget, Kabupaten Sumenep, Madura menyebut kapal tujuan Pulau Kangean baru bisa berangkat hingga tiga hari lagi.
"Kapal dipastikan akan bisa berlayar ke pulau Kangean nanti hingga Hari Kamis, 9 Januari 2020," kata Kepala KSOP Kelas V Kalianget, Supriyanto, saat dikonfirmasi TribunMadura.com, Selasa (7/1/2020).
Keputusan ini, kata Suprianto, demi keselamatan para penumpang akibat dari cuaca buruk yang melanda perairan Selat Madura.
• Lagi Asyik Karaoke Ditemani Pemandu Lagu Cantik, Pria Blitar ini Ditangkap Polisi Tulungagung
• Mahasiswi di Sidoarjo Cekik Leher Teman Perempuannya Sendiri Hingga Tewas, Korban Dihabisi di Mobil
Suprianto membenarkan, jika para calon penumpang ditangguhkan sementara di ruang tunggu Pelindo III Kalianget.
"Kita sudah lakukan antisipasi penumpang, sementara kita tunda. Kita sudah lakukan kerjasama dengan Dinsos Sumenep dan Pelindo," katanya.
Cuaca buruk yang menerjang Selat Madura ini, kata Supriyanto, telah diprediksi dengan akurat oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.
Yakni, tinggi gelombang laut di Perairan Sumenep bisa mencapai antara 2,5 sampai 3 meter.
Menurut Supriyanto prediksi ini akurat sehingga tak ada yang dapat dilakukan selain menangguhkan seluruh jadwal pelayaran.
Jika sampai batas akhir penangguhan cuaca tak kunjung membaik, kesyahbandaran akan memperpanjang masa penangguhan sampai cuaca kembali normal.
"Kami sudah kirim surat edaran kepada pihak operator kapal dan pihak terkait. Kalau cuaca buruk, pelayaran sementara kami tunda hingga kembali normal," katanya.
"Kami berharap cuaca segera membaik dan penumpang segera bisa kembali ke kampung halaman," harap Supriyanto.