Mengenal Keputihan pada Wanita, Pembersih Alami Organ Intim yang Kadang Buat Tak Percaya Diri
Keputihan sebenarnya adalah reaksi tubuh sebagai pembersih organ intim alami wanita.
Keputihan sebenarnya adalah reaksi tubuh sebagai pembersih organ intim alami wanita
TRIBUNMADURA.COM - Keputihan menjadi satu di antara masalah kesehatan yang dialami setiap wanita.
Keputihan kadang membuat wanita yang mengalaminya menjadi minder.
Meski ringan, keputihan tidak boleh dibiarkan.
• Mengenal Vaginal Scraping, Prosedur Menghilangkan Sisa Hubungan Intim dan Risikonya
• Tips Mencegah Penyakit Demam Berdarah Dengue saat Musim Penghujan, Anak Kost Dilarang Lakukan ini!
• Wisata Petik Buah Apel di Kota Batu Terancam Kehilangan Sejumlah Wisatawannya saat Musim Hujan
Sebab, keputihan akan menjadi hal berbahaya bagi kesehatan.
Keputihan sebenarnya hadir untuk tujuan yang baik.
Keputihan adalah reaksi tubuh sebagai pembersih organ intim alami.
Hal itu terjadi untuk menghindari organ intim wanita dari virus dan bakteri.
Akan tetapi, sensasi keputihan yang muncul kerap kali membuat wanita tak nyaman.
Aroma yang muncul dari keputihan pun sering membuatnya kurang percaya diri.
• Agensi Hyun Bin Ajak Fans Kumpulkan Bukti Kabar Hoax Asmara Pemeran Drama Korea Crash Landing On You
• Crash Landing on You Jadi Drama Korea Paling Populer dari Kalangan Penonton Berusia 40an Tahun
Menurut Leah Millheiser, MD, direktur program Pengobatan Seksual Wanita di Stanford University Medical Center, keputihan artinya organ intim sedang membersihkan dirinya sendiri.
"Sangatlah normal untuk mengalami sekresi dari yang sangat sedikit hingga tak terlihat sampai satu sendok makan per hari," kata Leah.
Tentu saja jumlah cairan keputihan dan waktu keluarnya cairan pada tiap wanita berbeda-beda.
Menjelang haid atau pada masa kehamilan misalnya sering kali produksi cairan meningkat.
Sebagian dari cairan itu bisa diserap kembali oleh dinding vagina dan sebagian lagi mengalir ke luar, dan inilah yang dianggap keputihan.
Namun, ini semua normal dan sehat.
• Hyun Bin Tempuh Jalur Hukum Penyebar Kabar Pemeran Drama Korea Crash Landing On You Segera Nikah
• Sinopsis Drama Korea Crash Landing On You Episode 8, Yoon Se Ri Ungkap Perasaannya pada Ri Jung Hyuk
Akan tetapi, adakalanya cairan yang keluar berlebihan dan di luar waktu yang biasa serta sifatnya berubah.
Inilah keputihan yang sebenarnya harus diatasi.
Ada beberapa penyebab keputihan ini, antara lain karena adanya infeksi vagina yang diakibatkan oleh jamur (Candida albicans) atau parasit (trichomonas).
Cirinya antara lain, cairan berbau, terasa gatal, berwarna kecokelatan, putih berbulir seperti susu bubuk (candidasis) atau kekuningan (kalau terkena gonore).
Keputihan akibat jamur bisa mengenai wanita segala usia dan penularannya tidak hanya lewat sanggama.
Penyebabnya, bisa karena faktor higienis, akibat pemakaian obat-obatan (antibiotik, kortikosteroid, dan pil KB) dalam waktu lama, stres, kehamilan, serta akibat mengenakan pakaian dalam yang ketat.
Jamur ini juga mudah tumbuh pada penderita diabetes yang kadar gula darahnya tidak terkontrol.
• Ragam Gejolak Fans setelah Chen EXO Umumkan Pernikahan, Tutup Fansite hingga Bagi Merchandise Gratis
• Chen Umumkan Bakal Menikah, Nature Republic Lepas EXO Jadi Modelnya setelah 7 Tahun Kerja Sama
Sedangkan trichomonas bisa terkena lewat pakaian, seprai, air kotor, dan lewat sanggama.
Sementara gonore hanya dapat ditularkan melalui hubungan seksual.
Wanita yang sudah menopause juga masih dapat mengalami keputihan.
Saat pascamenopause dapat terjadi vaginitis atrofik yaitu radang pada vagina karena menipisnya (degenerasi) jaringan vagina.
Vaginitis atrofik ini disebabkan karena menurunnya produksi estrogen, yang membuat dinding vagina menjadi lebih kering, tipis, dan elastisitasnya berkurang.
• Reaksi Member EXO saat Dengar Chen Segera Menikah Terungkap, Kim Jong Dae sampai Dibuat Terharu
• SM Entertainment Beber Masa Depan Chen setelah Resmi Menikah, Masih Tetap Berstatus Member EXO?
Ketika kadar estrogen membantu mempertahankan lingkungan vagina, perubahan fisiologi vagina karena penurunan estrogen membuat keseimbangan kuman yang berada di sekitar vagina terganggu dan bereaksi sehingga dapat timbul infeksi.
Gejala vaginitis atrofik antara lain nyeri, rasa gatal pada vagina, perdarahan setelah hubungan seksual, dan rasa sakit waktu berhubungan seksual.
Secara umum keputihan tidak berbahaya dan bisa diobati/disembuhkan.
Namun demikian sebaiknya periksakan dengan lebih serius bila keputihan terjadi secara terus-menerus atau sering.
Karena bukan tidak mungkin ini merupakan pertanda adanya penyakit yang lebih serius.
Berita ini telah tayang di Grid.ID dengan judul Hindari 6 Makanan Penyebab Keputihan Agar Tak Jadi Minder Karenanya, Salah Satunya Makanan Pedas dan Intisari dengan judul Mengatasi Keputihan
• Pesan Tak Terduga Pendiri SM Entertainment untuk Red Velvet, Isinya Sampai Bikin Member RV Terharu
• Belum Lakukan Promosi, Red Velvet Raih Kemenangan Pertama untuk Lagu Psycho, Kalahkan Penyanyi IU