Berita Pamekasan
Derita Penyakit Langka, Bayi Rani Ditangani 5 Dokter Spesialis di RSUD dr Soetomo, Begini Kondisinya
Derita penyakit langka, Rani bayi asal Pamekasan Madura ditangani oleh 5 dokter spesialis di RSUD dr Soetomo Surabaya, begini kondisinya sekarang
Penulis: Muchsin Rasjid | Editor: Mujib Anwar
Menurut Halim, seminggu pasca Rani menjalani operasi benjolan lututnya, Rani seperti mengalami trauma.
Jika di rumah, biasanya Rani berani ditinggal sendirian di tempat tidur sambil diberi mainan, tapi sejak itu, Rani harus ditemani minimal dua orang.
Sebab Rani sering menangis dan mengigau, sama seperti ketika Rani dioperasi.
Kondisi ini bisa jadi, lantaran setiap kontrol di rumah sakit itu, Rani bertemu dengan 5 dokter spesialis yang menanganinya, seakan mengingat-ngingat yang dihadapinya.
Diakui, meski pengobatan penyakit Rani, sudah ditangani BPJS Kesehatan, namun untuk wira-wiri Pamekasan – Surabaya, berikut biaya hidup di Surabaya yang menumpang di rumah familinya tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Namun biaya yang dikeluarkan itu, tidak begitu dipikirkan. Sebab selama ini banyak warga yang membantu dan menggalan dana, khususnya warga Pamekasan.
Mereka berdatangan ke rumahnya memberika bantuan uang. Di antaranya mahasiswa perguruan tinggi di Pamekasan.
Kemudian organisasi masyarakat, sejumlah lembaga pendidikan, komunitas wanita, jamaah pengajian, kosmetik kecantikan, dan ada juga yang datang memberikan bantuan secara pribadi, misalnya warga dari Sampang.
“Alhamdulillah, untuk biaya wira-wiri dan biaya hidup di Surabaya, kami banyak dibantu masyarakat.
Kami berterima kasih atas kepedulian masyarakat terhadap nasib cucu kami.
Juga dukungan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim serta Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan, kami berterima kasih,” ucap Abdul Halim.
• 21 Mahasiswa Unesa Belajar di Wuhan China saat Virus Corona Mewabah, Begini Kondisi Terakhir Mereka
• 3 Pemain Asing Arema FC Diperkenalkan 30 Januari dan Langsung Ikuti Latihan, Simak Jadwal Lengkapnya
• Petinggi Sunda Empire Berbagai Daerah Diperiksa Polisi, Rangga Sasana Beri Seruan Menohok ke Aparat