Pengeroyokan di Diskotek Surabaya

Sempat Kritis, Korban Pengeroyokan di Diskotek Surabaya Meninggal Dunia setelah 4 Hari Dirawat

Aksi pengeroyokan di Diskotek Pentagon Kota Surabaya menyebabkan satu orang meninggal dunia.

Sempat Kritis, Korban Pengeroyokan di Diskotek Surabaya Meninggal Dunia setelah 4 Hari Dirawat
daily-sun
ilustrasi - Sempat Kritis, Korban Pengeroyokan di Diskotek Surabaya Meninggal Dunia setelah 4 Hari Dirawat 

Aksi pengeroyokan di Diskotek Pentagon Kota Surabaya menyebabkan satu orang meninggal dunia

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Satu di antara empat korban pengeroyokan di Diskotek Pentagon, Kota Surabaya, atas nama Glenn Puttiray, menghembuskan nafas terakhir, Minggu (9/2/2020) siang.

Glenn Puttiray meninggal dunia setelah dirawat intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSI Jemursari selama kurun waktu empat hari.

Tercatat, ia dirawat sejak Kamis (6/2/2020) malam setelah bentrokan pecah, hingga dikabarkan mengalami kondisi kritis pada Minggu (9/2/2020) siang.

Massa Organisasi Kepung Diskotek di Surabaya, Minta Tanggung Jawab Manajemen Atas Kasus Pengeroyokan

Tak Hanya Dihajar Sampai Koma, Barang Berharga Milik Korban Pengeroyokan di Diskotek Surabaya Raib

BERITA TERPOPULER MADURA - Bioskop Kota Cinema Mall Pamekasan hingga Tahanan Rutan Sumenep Kabur

Kabar duka itu disampaikan langsung oleh Ketua Maluku Satu Rasa, David saat dihubungi TribunJatim.com ( grup TribunMadura.com ).

Menurut David, Glenn meninggal dunia akibat sejumlah luka yang didera korban, akibat pengeroyokan yang tak kunjung membaik.

Ia menyebut, korban mengalami luka sobek di kepala dan tak kunjung membaik meski telah diberi berbagai macam intervensi medis.

Tak hanya itu, hemoglobin (Hb) Glenn semakin menurun dan membuatnya masuk dalam fase kritis

"Jadi sempat ngedrop sekali. Sudah 4 hari ya sejak malam itu," ujarnya.

Perayaan Hari Pers Nasional, Bupati Sampang dan Anggota PWI Ziarah ke Makam Agus Surachman

Petani di Pamekasan Ramai Tanam Bawang Merah saat Awal Musim Hujan, Ternyata ini Penyebabnya

David mengatakan, pihaknya bersama sejumlah anggota keluarga sedang menyelesaikan administrasi perawatan di RS.

"Iya sekarang masih dibersihkan alat alat medisnya, mungkin dari keluarga juga proses pembayaran, nanti saya bantu juga," jelasnya.

Dalam waktu dekat jenazah akan segera disemayamkan di kediaman orangtuanya, di kawasan Rungkut Surabaya.

Kemudian akan dikebumikan secepatnya di kawasan Surabaya.

"Sejak kecil tinggal di Rungkut sama orangtuanya. Yang jelas dimakamkan di sini, Surabaya," ungkap dia.

"Entah di (pemakaman) Kembang Kuning atau Keputih," pungkasnya.

Gaji Awal Peserta yang Dinyatakan Lulus CPNS, Masih Terima 80 Persen Bayaran pada Tahun Pertama

Peserta yang Lulus Passing Grade Tes SKD CPNS 2019 Belum Tentu Bisa Ikut Tes SKB, Begini Hitungannya

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved