Berita Pamekasan

Tas Batik Produksi Karang Taruna dan Ibu PKK di Pamekasan Tembus Pasar Luar Negeri, Bikin Bangga!

Tas batik hasil produksi pemuda Karang Taruna dan Ibu PKK Kelurahan Barurambat Kota itu menembus pasar luar negeri.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Lurah Barurambat Kota, Muhammad Hari saat menunjukan produksi hasil batik karya ibu-ibu PKK dan karang taruna di Kabupaten Pamekasan, Kamis (20/2/2020). 

Tas batik hasil produksi pemuda Karang Taruna dan Ibu PKK Kelurahan Barurambat Kota itu menembus pasar luar negeri

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Berbagai macam hasil kreasi kerajinan dan keterampilan produksi Karang Taruna dan pemuda binaan Kelurahan Barurambat Kota (Barkot), Kecamatan Kota, Kabupaten Pamekasan, kini mulai banyak dilirik.

Karang Taruna dan pemuda binaan Kelurahan Barkot Kabupaten Pamekasan juga memproduksi tas batik, yang banyak diminati warga.

Hal ini terbukti dengan mulai banyaknya pesanan tas batik oleh ibu-ibu PKK dan beberapa warga yang datang langsung ke kantor Kelurahan Barkot.

DPMPTSP Sampang Luncurkan Mobil Keliling Perizinan OSS, Siap Berkeliling hingga ke Pelosok Kecamatan

Loket Stadion Gelora Delta Dipenuhi Ribuan Suporter Antre Beli Tiket Persebaya Vs Persija Jakarta

Kivlan Zen Masuk Rumah Sakit hingga Tak Hadiri Sidang, Kuasa Hukum Beber Sakit Kronis Kliennya

Tas batik hasil produksi pemuda Karang Taruna dan Ibu PKK Kelurahan Barurambat Kota itu menembus pasar luar negeri.

Lurah Barurambat, Muhammad Hari mengatakan, para pemuda dan ibu PKK memproduksi berbagai macam jenis tas dengan kombinasi batik asli Pamekasan.

Proses produksinya tas tersebut dilakukan di kantor lurah dengan mengunakan mesin.

“Tas kombinasi batik hasil Karang taruna dan ibu PKK sudah beredar di masyarakat hingga ke Australia,” kata Muhammad Hari kepada TribunMadura.com, Kamis (20/2/2020).

Dari hasil produksi tas tersebut, berbagai macam motif, jenis dan warna yang sudah dihasilkan.

Mulai dari tas untuk ibu-ibu, tas pria hingga tas handbag yang sedang populer.

“Modelnya bervariasi, ada yang full batik, kombinasi batik dengan bahan Oskar,” ujarnya.

VIRAL Pemotor Dihalangi Driver Ojek Online, Nyalinya Ciut saat Tahu Identitas Asli si Penghalang

Berusaha Nyalip Truk dari Sebelah Kiri, Pengendara Motor di Kota Batu Tewas Terlindas Roda Belakang

Lebih lanjut, tas pruduk lokal yang menggunakan batik cap ini pemasarannya dilakukan secara langsung dan juga online.

Harga yang ditawarkan berkisar antara Rp. 150 – 250 ribu.

Tas dengan harga jauh lebih dan kualitas mewah, juga tersedia.

Menurutnya, produksi tas batik ini digagas sejak tahun 2019 berawal dari pelatihan.

Dalam memproduksi, selama dua minggu bisa menghasilkan dua puluh tas.

Pada tahun 2020, fokus produksi akan di fokuskan pada tas sekolah dengan menggunakan bahan lokal Pamekasan.

Sehingga pruduk yang digunakan siswa di Pamekasan merupakan hasil produk asli daerah.

“Untuk tahun 2020 fokus produksi tas sekolah dan model tas batik pada umumnya,” pungkasnya.

Peserta Tes SKD CPNS di Pamekasan Keluhkan Singkatnya Waktu Mengerjakan Soal, BKPSDM Beri Respon

Inilah Nama-Nama Anggota Badan Kehormatan DPRD Sumenep Terpilih, Pembentukan Sempat Berjalan Alot

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved