Berita Sumenep
Inilah Nama-Nama Anggota Badan Kehormatan DPRD Sumenep Terpilih, Pembentukan Sempat Berjalan Alot
Inilah nama-nama anggota Badan Kehormatan DPRD Sumenep yang telah terpilih dalam rapat paripurna.
Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Inilah nama-nama anggota Badan Kehormatan DPRD Sumenep yang telah terpilih rapat paripurna
Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana
TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Rapat paripurna DPRD Sumenep dalam pembentukan Badan Kehormatan (BK) telah berakhir.
Meski anggota Badan Kehormatan DPRD Sumenep telah terpilih, rapat paripurna pembentukannya sempat diwarnai ketegangan sesama anggota.
Ketegangan ini terjadi dipicu dengan usulan sistem pemilihan yang belum menemukan keputusan.
• Sidang Paripurna Pembentukan BK DPRD Sumenep Memanas, Dua Fraksi Pilih Walk Out dari Ruangan
• Demokrat Tegaskan Tak Ada Peluang Koalisi dengan PDIP di Pilkada Sumenep, Achmad Fauzi Jadi Sebab
• Proses Alot Penetapan Lima Anggota Badan Kehormatan DPRD Sumenep
Ketua DPRD Sumenep, Abdul Hamid Ali Munir mengungkapkan, keributan yang terjadi dalam rapat tersebut bermula saling mempertahankan usulan pendapat antar anggota.
Meskipun sangat sulit dalam proses keputusan ini, kata Abdul Hamid Ali Munir, rapat telah memenuhi kuorum dan 5 anggota BK sudah terpilih dari 7 yang diusulkan masing-masing fraksi.
"Tadi sudah terpilih 5 anggota Badan Kehormatan DPRD Sumenep," kata Abdul Hamid Ali Munir kepada TribunMadura.com usai rapat, Rabu (19/2/2020)
"Dalam mengambil keputusan cukup alot sekali yang dihadiri dari 37 anggota," sambung dia.
Lima anggota BK DPRD Sumenep yang baru terpilih itu di antaranya, Samiuddin sebagai ketua BK, Nurussalam sebagai Wakil ketua BK, Latif, Suhariono, dan Ahmad Yusuf sebagai anggota BK.
Selain itu, meskipun BK ini sudah terpilih 5 anggota dalam keputusan forum paripurna, tetapi menyisakan masalah diantara fraksi.
Dari 7 fraksi yang ikut rapat tertutup tersebut, dua fraksi memilih keluar dari sidang.
Dua fraksi ini di antaranya, Fraksi PDI Perjuangan dan Partai Demokrat.
Menurut dia, mereka walk out karena saat rapat berlangsung, ada dua pemikiran dan interupsi pemilihan berdiskusi saling mempertahankan argumentasinya
"Yang satu memilih satu orang memilih 5 suara, dan yang satu memilih satu suara satu orang," kata dia.