PENGAKUAN Pria Jember Bacok Teman Hingga Tewas di TPI Sidoarjo, Tersinggung Diejek Wajah 'Pencuri'

Pria 49 tahun asal Dusun Krajan, Desa Gelang Rakit, Kecamatan Sumber Baru, Jember itu yang menghabisi nyawa Sakdullah (40) di TPI Sidoarjo.

Penulis: M Taufik | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNMADURA.COM/M TAUFIK
pengakuan Nito, pelaku pembunuhan di tempat pelelangan ikan (TPI) Desa Tambakoso, Kecamatan Waru, Sidoarjo. 

PENGAKUAN Pria Jember Bacok Teman Hingga Tewas di TPI Sidoarjo, Tersinggung Diejek Wajah 'Pencuri'

TRIBUNMADURA.COM, SIDOARJO - Tidak ngapa-ngapain kok saya disebut perawakan pencuri. Katanya tampang saya ini tampang maling ayam. Ya saya tersinggung.

Demikian pengakuan Nito, pelaku pembunuhan di tempat pelelangan ikan (TPI) Desa Tambakoso, Kecamatan Waru, Sidoarjo.

Pria 49 tahun asal Dusun Krajan, Desa Gelang Rakit, Kecamatan Sumber Baru, Jember itu yang menghabisi nyawa Sakdullah (40), warga Dusun Krajan Tengah, Desa Semedusari, Kecamatan Lekok, Pasuruan.

Harapan Evan Dimas Bisa Mengulang Memori Indah di Stadion Gelora Delta Sidoarjo Pupus

Sweeping Suporter Dilakukan di Pintu Masuk Wilayah Sidoarjo Jelang Laga Final Piala Gubernur Jatim

Korban Terakhir dari Tiga Bocah Tenggelam di Sungai Pucang Sidoarjo Ditemukan, Ditemukan Jarak 3 KM

"Saya bacok tiga kali. Kena dada, perut dan pundaknya," kata pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang babat tebu tersebut saat di Polsek Waru, Senin (24/2/2020).

Diceritakannya, Minggu siang bertemu dengan korban di TPI. Berawal dari obrolan ringan, dia mengaku tersinggung dengan perkataan pria yang bekerja sebagai tukang cari kupang tersebut.

"Saya tidak pernah ngapa-ngapain kok, katanya wajah saya ini perawaan pencuri. Tampang saya dibilang tampang maling ayam," sambungnya.

Marah mendengar itu, mereka sempat cekcok. Sejurus kemudian Nito pulang ke tempat kosnya di Tambakoso. Dia mengambil sebilah celurit dan kembali ke TPI.

Begitu ketemu korban, dia langsung menghujamkan senjatanya. Tiga kali sabetan celurit, korban tersungkur dan tewas di lokasi kejadian.

"Dari situ saya kemudian kembali ke kos. Lalu kabur ke Jember, hendak pulang ke rumah," akunya.

Dalam pelariannya itulah dia diringkus petugas gabungan Polsek Waru dan Buser Polresta Sidoarjo.

"Tersangka kami tangkap saat di Jatiroto, Lumajang," ucap Wakapolresta Sidoarjo AKBP Anggi Naulifar Siregar.

Dalam pemeriksaan, diketahui memang pelaku nekat menghabisi nyawa korban karena sakit hati atau tersinggung dengan perkataan korban.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal seumur hidup. "Pembunuhan ini dilatar belakangi karena sakit hati. Pelaku tersinggung diejek oleh korban," ujar dia.

Penulis : M Taufik

Editor : Sudarma Adi

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved