Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Madura

Pasien RSUD Dr H Slamet Martodirdjo Meninggal, Sempat Sesak Napas dan Sakit Sepulang dari Malang

Pasien RSUD Dr H Slamet Martodirdjo yang meninggal dunia itu memiliki riwayat pulang dari Malang.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
RSUD Dr H Slamet Martodirdjo - Pasien RSUD Dr H Slamet Martodirdjo Meninggal, Sempat Sesak Napas dan Sakit Sepulang dari Malang 

Pasien RSUD Dr H Slamet Martodirdjo yang meninggal dunia itu memiliki riwayat pulang dari Malang

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Seorang pasien RSUD Dr H Slamet Martodirdjo Kabupaten Pamekasan meninggal dunia, Jumat (20/3/2020) siang.

Pasien berusia 11 tahun itu yang meninggal dunia itu masuk kategore pasien dalam pengawasan (PDP).

Direktur RSUD Dr H Slamet Martodirdjo, dr Farid Anwar membenarkan jika terdapat pasien anak yang meninggal dunia dalam perawatan medis di rumah sakit.

Ini yang Akan Terjadi Apabila Indonesia Menerapkan Lockdown untuk Kurangi Penyebaran Virus Corona

Asal Mula Virus Corona yang Jadi Wabah Global, Kaitannya dengan Kelelawar Diungkap Dokter Spesialis

Tudingan Donald Trump soal Dunia Kini harus Bayar Mahal Sikap Lamban China Informasikan Virus Corona

dr Farid Anwar menuturkan, RSUD Dr H Slamet Martodirdjo masih belum bisa memastikan apakah pasien itu meninggal murni penyakit akibat pneumonia atau karena terinfeksi virus corona.

Sebab untuk mengetahui hasilnya, pihaknya masih mengirim hasil pemeriksaan swap ke Surabaya.

Menurut dr Farid Anwar, pasien itu sebelumnya tinggal dengan neneknya di Malang.

Karena jatuh sakit, pasien itu dibawa pulang ke Kabupaten Pamekasan.

Ia kemudian dibawa ke RSUD Dr H Slamet Martodirdjo karena sempat mengalami kesulitan menelan makanan, disertai batuk pilek.

Tak hanya itu, pasien juga mengalami sesak napas, sehingga tim dokter memeriksanya seperti penanganan pasien suspect virus corona.

“Jadi kami tegaskan sekali lagi, yang bersangkutan ini meninggal dunia masih belum bisa diketahui secara pasti apa penyebabnya," kata dr Farid Anwar.

"Karena kami masih melakukan pemeriksaan swap pada pasien bersangkutan, yang membutuhkan waktu lima hari. Dan sekarang kami masih membuat laporan,” sambung dia,

Ia menambahkan, walau belum diketahui penyebab meninggalnya pasien itu, dr Farid Anwar menyatakan penanganan terhadap pasien dilakukan dengan maksimal.

Sedang untuk antisipasi, bagi dokter dan perawat yang menangani pasien itu, sejak tadi hingga lima hari ke depan, sementara diisolasi dulu di ruang khusus, demi keamanan mereka.(sin)

Jawa Timur Punya 62 Rumah Sakit Rujukan Penanganan Pasien Virus Corona yang Bisa Dimanfaatkan Warga

Warga Jawa Timur Diperbolehkan Salat Jumat Berjemaah di Masjid di Tengah Virus Corona dengan Syarat

Alasan Indonesia Tak Lockdown Nasional dan Pilih Social Distancing, Singgung Aktivitas Ekonomi

Penulis: Muchsin Rasjid
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved