Berita Sumenep

Polres Sumenep Sita 171 Botol Miras dari Sejumlah Cafe dan Kedai, Delapan Pemuda Dikenai Tipiring

Polres Sumenep menyita sebanyak 171 botol minuman keras (miras) dari sejumlah cafe di Kabupaten Sumenep.

www.eatthis.com
ilustrasi - Polres Sumenep Sita 171 Botol Miras dari Sejumlah Cafe dan Kedai, Delapan Pemuda Dikenai Tipiring 

Polres Sumenep menyita sebanyak 171 botol minuman keras (miras) dari sejumlah cafe di Kabupaten Sumenep

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Aparat gabungan dari Polres Sumenep menyita sebanyak 171 botol minuman keras (miras) pada Operasi Pekat Semeru 2020, Sabtu (21/3/2020) malam.

Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti Sutioningtyas mengatan, 171 buah botol miras itu disita dari sejumlah cafe di beberapa lokasi.

"Patroli dan razia sudah kita lakukan dalam rangka Operasi Pekat Semeru 2020," kata AKP Widiarti Sutioningtyas, Senin (23/3/2020).

Wapres Minta MUI Keluarkan Fatwa Mandikan Jenazah Pasien Virus Corona & Salat Bagi Tenaga Kesehatan

Rumah Kos di Kota Kediri Digerebek Satpol PP, Sering Dijadikan Tempat Pesta Miras dan Tindak Asusila

Bonek Ketahuan Bawa Sejumlah Miras ke Lokasi Final Piala Gubernur Jatim Persebaya Vs Persija Jakarta

Penjual Miras Ilegal Dibekuk, Ditangkap saat Polisi Lakukan Patroli di Warung dan Cafe Desa

"Dan semua barang bukti kita sita. Jumlah total 171 buah botol. Barang buktinya sekarang ada di Polres," sambung dia.

AKP Widiarti Sutioningtyas merinci, polisi menyita 137 botol miras di sebuah warung di Desa Pabian, Kecamatan Kota.

Kemudian, ada 23 botol miras dari cafe di Desa Gedungan Kecamatan Batuan dan 11 botol miras dari cafe di Desa Saronggi Kecamatan Saronggi.

Ia menyebut, operasi ini merupakan tindaklanjut dari laporan warga jika ada sekelompok pemuda yang sedang pesta miras.

"Kami bergerak cepat dan ternyata benar, kami menemukan delapan pemuda sedang pesta minuman keras jenis arak," ungkapnya.

AKP Widiarti Sutioningtyas mengatakan, selain menyita barang bukti, polisi juga mengamankan delapan pemuda.

Mereka nantinya akan dikenai tindak pidana ringan (tipiring) dalam kasus ini.

Delapan pemuda yang digelandang petugas gabungan itu di antaranya, FJ (18), MT (29), MD (20).

"Ketiganya ini berasal dari warga Desa Daleman, Kecamatan Ganding, Kabuapaten Sumenep," katanya.

Selain itu juga berinisial AR (19), AH (21), AS (21), AE (28), SO (25) dan semuanya berasal dari warga Desa Poreh, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep.

Gubernur Jatim Janji Beri Insentif untuk Dokter dan Tenaga Kesehatan Virus Corona, Ini Besarannya

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Sampang Ajukan Pembangunan Gedung Baru di Dekat Monumen Trunojoyo

Harga Jahe di Bangkalan Tembus Rp 50 Ribu per Kg, Permintaan Warga Capai 10 Kilogram Setiap Harinya

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved