Antisipasi Virus Corona di Madura
Beredar Kabar Madura Lockdown untuk Cegah Virus Corona atau Covid-19, Begini Kata Gubernur Khofifah
Beredar di WhatsApp surat perintah dilakukannya lockdown Madura untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.
Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Kabar adanya lockdown Madura dibantah langsung oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.
Khofifah Indar Parawansa menegaskan, Pemprov Jatim tidak akan melakukan lockdown untuk kawasan Madura.
Menurut Khofifah Indar Parawansa, Pemprov Jatim tidak memiliki kewenangan untuk melakukan lockdown.
• Kabar Jembatan Suramadu Ditutup karena Virus Corona Hoax, Warga Telanjur Urungkan Niat Keluar Madura
• Ini yang Akan Terjadi Apabila Indonesia Menerapkan Lockdown untuk Kurangi Penyebaran Virus Corona
• Alasan Indonesia Tak Lockdown Nasional dan Pilih Social Distancing, Singgung Aktivitas Ekonomi
Sebaliknya, kata dia, perintah lockdown merupakan kebijakan dari pemerintah pusat.
“Tidak benar," kata Khofifah Indar Parawansa saat dikonfirmasi, Minggu (29/3/2020).
"Kami sudah mengkoordinaskan untuk Kawasan Madura kami siapkan drive thru disinfektan," sambung dia.
"Karena mereka khawatir akan ada mudik masif,” tambahnya.
Belakangan ini, beredar di WhatsApp adanya surat perintah dilakukannya lockdown Madura.
Surat tersebut berisikan undangan rakor yang ditujukan untuk Ketua DPRD Jatim, Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jatim dan Pangkoarmada II TNI AL oleh Gubernur Jatim di Ruang Kerja Gubernur pada Sabtu 28 Maret 2020 pukul 17.00 WIB.
Dalam surat undangan itu dituliskan bahwa undangan rakor tersebut terkait Agena Pembahasan Wacana lockdown Kawasan Madura bersama Gubernur Jatim.
• Virus Corona Belum Mereda, Ribuan Warga Madura yang Mudik dari Jakarta Tiba di Terminal Bangkalan
• Matos Sepi Pengunjung Sejak Virus Corona, Malang Town Square Ditutup hingga Pertengahan April 2020
Lebih lanjut, Khofifah Indar Parawansa menuturkan, pemerintah menganjurkan masyarakat untuk tidak mudik.
Karenanya, secara khusus Khofifah meminta agar pedagang asal Madura yang tengah merantau di DKI Jakarta untuk tidak mudik lebaran dan tinggal di sana sampai wabah virus corona berakhir.
Sebab potensi penyebaran virus justru akan meningkat jika ada mobilitas masyarakat dalam skala besar.
Anjuran itu juga berlaku untuk pedagang asal Jatim yang lain seperti Lamongan.
Lebih lanjut Khofifah menjelaskan penyiapakan disenfektasi drive thru ini adalah upaya yang lebih masif untuk mencegah penyebaran virus corona di kawasan Madura dan kepulauan.