Selasa, 9 Juni 2026

Virus Corona di Jawa Timur

Pasien Positif Virus Corona Jalani Isolasi Mandiri, Dirut RSUD Dr Soetomo: Itu Sangat Berbahaya

Satu pasien positif virus corona tanpa gejala di Jawa Timur melakukan isolasi di rumah.

Tayang:
Penulis: Sofyan Candra Arif Sakti | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/SOFYAN CANDRA ARIF SAKTI
Dirut RSUD Dr Soetomo Surabaya, Joni Wahyuhadi 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, jumlah lonjakan pasien positif Covid-19 yang cukup signifikan di Jawa Timur per Jumat (3/4/2020).

Khofifah Indar Parawansa mengatakan, ada penambahan 49 orang yang terinfeksi virus corona di Jawa Timur.

Total, kata Khofifah Indar Parawansa, pasien positif Covid-19 di Jawa Timur mencapai 152 orang per Jumat (3/4/2020).

Pintu Masuk Kota Batu Diperketat, Setiap Orang Wajib Melalui Sejumlah Tahapan Ini Jika Ingin Masuk

Dalam Sepekan, Ada 10.890 Warga yang Mudik ke Pulau Madura, Didominasi Menuju Kabupaten Bangkalan

Update Covid-19 di Jatim, Kasus Positif Corona dan ODP Melonjak Signifikan, Juga Ada Kabar Sembuh

Ia menuturkan, salah satu dari orang positif Covid-19 tersebut tidak memiliki gejala, sebagaimana pasien terinfeksi Covid-19 pada umumnya.

“Dari 49 (kasus positif baru), 16 orang wanita dan 33 orang laki laki," kata Ketua Gugus Tracing Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Kohar Hari Santoso, di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Jumat (3/4/2020).

"Didapatkan data bahwa 1 orang sudah melakukan isolasi di rumah," sambung dia.

"Kemudian, 1 dengan orang tanpa gejala yang terkait dengan dulu confirm kasus di Surabaya dan pasiennya meninggal,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Gugus Kuratif Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Joni Wahyuhadi menjelaskan, seorang positif virus corona tanpa gejala itu tidak ditemukan di rumah sakit.

Namun, kata dia, pasien itu kini justru sedang bersantai di rumahnya.

Pasien Positif Virus Corona di Kota Malang Jalani Isolasi Mandiri, Tak Tunjukan Gejala Covid-19

Sejumlah Hotel di Kota Malang Tutup Sementara, Dampak Okupansi Turun Drastis Akibat Virus Corona

“Bahkan dari yang confirm ini tadi, kami ikut tim Pak Kohar karena ada yang aneh," ungkap Joni Wahyuhadi.

"Tidak ada di rumah sakit, ternyata di rumah lagi ngobrol-ngobrol. Itu sangat berbahaya,” tambah dia.

“Kita telepon ternyata di rumah, jadi mereka tidak memeriksakan diri, ini berbahaya,” lanjutnya.

Untuk itu, dengan adanya kasus COVID-19 tanpa gejala tersebut, Joni yang juga Dirut RSUD Dr Soetomo ini mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dan menerapkan protokol pencegahan penyebaran Covid-19 dengan ketat.

Mulai dari physical distancing dan rajin mencuci tangan serta selalu menggunakan masker saat keluar rumah.

Apalagi Joni mencermati perkembangan Covid-19 di Jatim masih berpotensi untuk terus naik melihat terus bertambahnya jumlah pasien positif Covid-19.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved