Berita Surabaya

Tak Tahu Akses Masuk Surabaya dari Pondok Tjandra Ditutup, Banyak Pengendara Motor Kecele

Physical distancing kini berlaku di Jalan Rungkut Menanggal, Surabaya tepatnya Gerbang Perumahan Pondok Tjandra Indah.

TRIBUNMADURA.COM/TONY HERMAWAN
Wiji Utami Pengendara motor mengaku, tidak mengetahui informasi penutupan arus lalu lintas di Jalan Rungkut Menanggal, Surabaya, Minggu (5/4/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Physical distancing kini berlaku di Jalan Rungkut Menanggal, Surabaya tepatnya Gerbang Perumahan Pondok Tjandra Indah.

Jalan Rungkut Menanggal merupakan salah satu akses masuk menuju Surabaya dari Sidoarjo ditutup total, Minggu (5/4/2020).

Sejumlah pengendara motor terlihat masih banyak yang belum mengetahui kebijakan tersebut.

Mereka pun terpaksa memutar balik kendaaraannya mencari alternatif jalan lain.

Seperti yang dialami oleh Wiji Utami. 

Ia mengatakan, pagi tadi waktu berangkat bekerja belum ada pemberitahuan terkait penutupan jalan.

Risma Kembali Keluarkan Surat Edaran Protokol Pencegahan Covid-19 untuk Penyedia Layanan Publik

Gugus Tugas Covid-19 Bangkalan Siapkan Gedung BKPSDA Jadi Rumah Isolasi Covid-19 untuk Para Pemudik

Hindari Kesalahan ‘Merumahkan’ WBP, Lapas Gelar Sidang TPP Sebelum Beri Hak Asimilasi dan Integrasi

Artinya jalur tersebut masih dapat dilalui lalu lalang kendaaraan.

"Tadi pagi 05.30 WIB, saya lewat sini gak ada pemberitahuan apa-apa. Tahu-tahu sekarang ditutup," kata dia saat diwawancara, Minggu (5/4/2020).

Melihat hal tersebut, Surya, mengonfirmasi Mochammad Faisal Sekretaris selaku Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Rungkut, Surabaya.

Ia mengatakan bahwa rencana penutupan  sebenarnya sudah direncanakan sejak dua minggu ke yang lalu.

Pencarian Balita 5 Tahun Tenggelam di Gorong-gorong Belum Berhasil, Tim SAR Ungkap Penyebabnya

Gong Oh Kyun, Asisten Pelatih Timnas Indonesia Positif Covid-19, Arema FC Beri Doa dan Dukungan

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Pondok Tjandra Perbatasan Surabaya – Sidoarjo Ditutup Warga

"Sebenarnya ini kami sudah pikirkan dari dua minggu lalu, karena kami banyak tekanan untuk segera menutup dari warga ya akhirnya hari ini kami beranikan untuk menutup," ucap dia.

Saat disinggung apakah penutupan tersebut dilakukan secara spontan, ia pun tak menampiknya.

"Iya langsung. Tadi pagi kami (warga) berinisiatif menutup alasannya karena mengkhawatirkan warga disini terinfeksi penyebaran virus corona atau Covid-19," pungkasnya.

Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved