Virus Corona di Jawa Timur

Akibat Virus Corona, Operasional Transportasi Umum di Jawa Timur Turun Drastis, Pemprov Beri Bantuan

Terjadi penurunan penggunaan transportasi publik yang sangat masif akibat wabah virus corona atau Covid-19.

ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM
ilustrasi - Akibat Virus Corona, Operasional Transportasi Umum di Jawa Timur Turun Drastis, Pemprov Beri Bantuan 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Bidang transportasi umum menjadi satu di antara sektor yang paling terdampak adanya wabah virus corona atau Covid-19.

Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak mengatakan, terjadi penurunan penggunaan transportasi publik akibat Covid-19 yang sangat masif.

Untuk itu, Emil Dardak menyebut, Pemprov Jatim menyiapkan sejumlah skema stimulus ekonomi untuk para pelaku transportasi publik yang pendapatannya turun secara drastis.

Petugas Medis Covid-19 RSUD Dr H Slamet Martodirdjo Dapat Bantuan dari Bhayangkari Polres Pamekasan

Pemkot Malang Siapkan Tiga Rumah Transit Bagi ODR, Universitas Kanjuruhan Satu di Antara Lokasinya

China Kini Hadapi Lonjakan Kasus Virus Corona Asimptomatik, Pasien Covid-19 Wajib Dua Kali Tes Swap

"Yang pertama kita siapkan social safety net (jaring pengaman sosial) untuk yang tidak masuk DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial)," kata Emil Dardak saat ditemui usai menggelar rakor dengan Organda Jatim, Minggu (5/5/2020) malam.

"Yang satunya adalah skema dari kementerian tenaga yaitu stimulus untuk yang di PHK atau dirumahkan," sambung dia.

Ia menyebutkan skema kerja di dunia transportasi publik kategorinya adalah mitra bukanlah karyawan, sehingga tidak mempunyai hubungan ketenagakerjaan.

Untuk itu skema yang paling cocok adalah jaring pengaman sosial (JPS). Namun jika ada yang mempunyai karyawan semisal PO (perusahaan otobus) jika ikut terdampak maka bisa diikutkan skema  dari Kementerian tenaga kerja

Dalam menyiapkan bantuan atau bantalan sosial ekonomi tersebut, Emil meminta pemerintah kabupaten/kota untuk ikut membantu agar lebih optimal.

"Kami berharap keseriusan Pemprov ini bisa menjadi penyemangat untuk sama-sama bergotong-royong," lanjut Mantan Bupati Trenggalek ini.

Emil mencontohkan, jika dirasa bantuan yang diberikan oleh Pemprov Jatim untuk daerahnya kurang, Pemkab/Pemkot setempat bisa menambahkan lagi.

"Boleh yang sudah dapat dari Pemprov boleh menerima lagi dari Pemkot dan Pemkab, tidak ada larangan," pungkasnya.

Dari data yang dihimpun dari Dishub Jatim, menyebutkan angka operasional kendaraan umum baik angkutan umum penumpang maupun barang terjadi penurunan yang cukup signifikan. 

Pasien Virus Corona Covid-19 di Jawa Timur yang Meninggal Dunia Mayoritas Punya Penyakit Bawaan

Daftar Wilayah Zona Merah Virus Corona di Jawa Timur 5 April 2020, Kota Surabaya Paling Banyak Kasus

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved