Virus Corona di Surabaya
HATI-HATI! Petugas Gabungan Makin Gencar Sasar Kerumunan Massa di Kota Surabaya untuk Cegah Covid-19
Patroli besar yang melibatkan pasukan gabungan dari berbagai pihak bakal terus masif dilakukan di Surabaya.
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Patroli besar yang melibatkan pasukan gabungan dari berbagai pihak bakal terus masif dilakukan di Surabaya.
Sasarannya tetap, yakni kerumunan massa yang masih terjadi di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19.
"Supaya tidak lagi mengadakan kerumunan-kerumunan yang sifatnya massal," kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Eddy Christijanto, Selasa (14/4/2020).
Tak hanya edukasi dan membubarkan kerumunan, patroli gabungan itu juga menggelar rapid test di lokasi. Kegiatan semacam itu telah mulai digalakkan sejak Senin (13/4/2020) malam.
Adapun yang disasar sejenis tempat nongkrong yang tersebar di kota pahlawan.
• Angka Konfirmasi Corona di Surabaya Tembus 208 Kasus, Pemkot Ajak Warga Gencarkan Mitigasi Covid-19
• Driver Ojol Jatim Layangkan Tuntutan ke Gubernur, OJK dan DRPD, Tak Dapat Manfaat Relaksasi Kredit
• 4 Penadah Motor Curian di Surabaya Dibekuk Polisi, Bersama Maling Motor yang Beraksi di 13 TKP
Pemkot Surabaya bersama jajaran kepolisian, TNI menyasar berbagai lokasi di Surabaya. Penggunaan rapid test di lokasi itu untuk mendeteksi lebih awal terjangkitnya virus corona.
"Hasil patroli gabungan semalam negatif semuanya. Tapi ini akan kita lakukan terus," ungkapnya.
Upaya itu juga dilakukan mengingat kasus pandemi ini di Surabaya masih tinggi.
Eddy Christijanto mengungkapkan, pihaknya meminta warga untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan guna memutus rantai persebaran Covid-19.
Diantaranya dengan tidak keluar rumah bila tidak penting, menghindari kerumunan, serta tetap menjaga jarak aman.
"Tapi ini akan kita lakukan terus, nanti kalau sampai itu kita temukan positif, langsung kita isolasi, kita siapkan rumah sakit rujukan,” ujarnya.
• Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Bojonegoro Bertambah Jadi 3 Orang, 2 Diisolasi di Rumah Sakit
• Anggota Dewan Soroti Ketimpangan Pembangunan di Kabupaten Pamekasan
• Tiga Penipu Ini Ngaku Dekat dengan Menteri Janjikan Bisa Masuk Akpol dengan Uang Pelicin Rp 70 Juta
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/petugas-menggelar-rapid-test-saat-patroli-gabungan-di-surabaya.jpg)