Breaking News:

Berita Malang

Napi di Malang yang Bebas berkat Asimilasi Bisa Dijebloskan Lagi ke Penjara, Jika Berbuat Kejahatan

Polres Malang berupaya memberikan pengawasan secara intensif terhadap narapidana yang bebas berkat hak asimilasi.

TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Ilustrasi - Warga binaan Rutan Klas II B Sampang, Madura yang mendapatkan asimilasi, (4/4/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Polres Malang berupaya memberikan pengawasan secara intensif terhadap narapidana yang bebas berkat hak asimilasi.

Kebijakan pembebasan narapidana itu sebagai dampak virus corona.

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar menerangkan, ia telah menginstruksikan jajaran polsek, intelijen, dan reskrim untuk melakukan surveilans terhadap narapidana asimilasi di wilayahnya.

"Keputusan pembebasan para napi (narapidana) ini bukan ranah kami. Itu dari lapas ya. Tapi yang pasti saya sudah arahkan jajaran petugas untuk memonitor setiap napi yang dibebaskan karena asimilasi," beber Hendri ketika dikonfirmasi.

Pasien Baru Positif Covid-19 di Jatirogo Tuban Sebelumnya Pernah Kontak dengan Pasien Meninggal

UPDATE Sebaran Covid-19 Jawa Timur Jadi 27 Klaster, Tim Tracing Sebut Potensi Penularan Masih Tinggi

Penutupan Jalan Tunjungan Surabaya Diperpanjang hingga Batas Waktu yang Belum Ditentukan

Hendri menambahkan, sejatinya para mantan napi diwajibkan melakukan wajib lapor ke lapas asal tempat napi mendekam penjara. "Misal mereka menyalai aturan wajib lapor itu ya mereka bisa ditindak secara tegas.  Juga apabila kalau meraka masih melakukan kejahatan, bisa masuk penjara lagi," tutur pria kelahiran Solok, Sumatera Barat itu.

Terkait porsi hukuman apakah lebih berat dari sebelumnya, Hendri tak menerangkan secara detail. 

Alumnus Akademi Kepolisian tahun 2002 itu menegaskan, mantan napi bisa dijebloskan ke penjara jika perangai kejahatan tetap dilakukan.

"Keputusan memberikan hukuman bukan dari saya tapi dari lapas. Yang jelas bagi mantan napi tersebut bisa ditindak lagi seandainya melakukan kejahatan lagi," tutur pria yang menggantikan AKBP Yade Setiawan Ujung.

Mama Muda Blitar Nekat Curi Uang di Toko Warga: Motif Terkuak, Begini Fakta Sebenarnya

Crisis Center Penanganan Covid-19: Setiap Hari Ada 40 Pemudik Pulang ke Kota Blitar

Tak Terapkan PSBB Meski Ada 9 Positif Covid-19 di Kabupaten Nganjuk, Bupati: Jaga Stabilitas Ekonomi

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved