Breaking News:

Surabaya Sidoarjo Gresik Terapkan PSBB

Pemprov Jatim Siapkan Rp 995,04 Miliar untuk Jaring Pengaman Sosial Hadapi Covid-19

Pemprov Jatim mengalokasikan anggaran sebesar Rp 995,04 miliar untuk penanganan dampak sosial ekonomi akibat pandemi Covid-19 di Jawa Timur.

TRIBUNMADURA.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Khofifah saat jumpa pers di Gedung Negara Grahadi, Senin (20/4/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Pemprov Jatim mengalokasikan anggaran sebesar Rp 995,04 miliar untuk penanganan dampak sosial ekonomi akibat pandemi Covid-19 di Jawa Timur.

Dari anggaran tersebut Rp 825,31miliar di antaranya untuk kuratif,  Rp 110,17 miliar untuk promotif dan preventif, Rp 995,04 miliar untuk social safety net, Rp 454,26 miliar untuk pemulihan ekonomi.

Dengan kata lain anggaran paling besar adalah untuk social safety net atau jaring pengaman sosial sebesar Rp 995,04 miliar.

Walaupun sudah jelas alokasinya, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan sampai saat ini belum ditentukan berapa distribusi untuk masing-masing kabupaten/kota.

UPDATE Virus Corona di Jatim: Tak Ada Penambahan Kasus Positif Baru, 99 Orang Sembuh

Surabaya, Gresik dan Sidoarjo Sepakat PSBB, Dewan Minta Pemerintah Siapkan Pemeriksaan Dini Covid-19

Jadwal dan Link Live Streaming Ngabuburit Online Masjid Al Akbar Surabaya via YouTube Jam 3 Sore

Termasuk untuk tiga daerah yang akan memperlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Kita menunggu final draf yang sedang disiapkan oleh Pak Wagub (Emil Dardak), jadi hari ini proses konsultasi dengan BPKP kita lebih baik menunggu sampai final," ucap Khofifah Indar Parawansa, Senin (20/4/2020).

Namun begitu Khofifah menjelaskan, besaran angka yang akan didistribusikan ke setiap kabupaten kota bukan berdasarkan jumlah penduduk di daerah tersebut ataupun penduduk yang terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Melainkan didasarkan pada proporsi yang terdampak akibat adanya wabah virus corona ( Covid-19 ).

Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, untuk menentukan target bantuan sosial ini sudah melakukan penghitungan hingga disupervisi oleh tim dari Fakultas Ekonomi Unair, Fakultas Ekonomi Brawijaya, dan Fakultas Ekonomi Unisma.

"Prosesnya sudah sangat panjang, mulai 15 Maret yang lalu. Kalau angka terakhir kita tunggu setelah proses verifikasi yang sedang dilakukan," pungkasnya.

Wali Kota Risma Sediakan Dua Hotel untuk Ruang Isolasi Khusus OTG Covid-19 di Surabaya

Jatim Expo Surabaya Jadi Sentra Logistik Lumbung Pangan Jatim Selama Pandemi Virus Corona

Sopir Truk Asal Surabaya Ditemukan Tewas di Tuban, Tim Medis Pakai APD Lengkap saat Tangani Jenazah

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved