Berita Sampang

Cara Unik Rutan Klas IIB Sampang Pantau Warga Binaan Penerima Asimilasi, WhatsApp Jadi Medianya

Rutan Klas IIB Sampang memastikan tetap melakukan pemantauan warga binaan yang mendapat program asimilasi di rumah.

TRIBUNMADURA/HANGGARA PRATAMA
Rutan Kelas IIB Sampang di Jalan KH Wahid Hasyim Kecamatan/Kabupaten Sampang, Jumat (23/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Rutan Klas IIB Sampang, Madura, memastikan terus memantau para warga binaannya yang mendapat program asimilasi di rumah.

Caranya, Rutan Klas IIB Sampang mengawasi warga binaan asimilasi melalui pesan grup di WhatsApp.

Hal itu dilakukan Rutan Klas IIB Sampang agar tidak ada warga binaan yang melakukan aksi kriminalitas setelah mendapat asimilasi.

Kemenag Sumenep Gelar Rukyatul Hilal di Pantai Paneros Besok, Tentukan Jadwal 1 Ramadan 1441 H

Geger Mayat Tergantung di Teras Rumah, Tetangga Kaget Karena Korban Sebelumnya Lakukan Hal Aneh Ini

Pelanggan PLN Pamekasan Diminta Kirim Angka Stand Meter Listrik Via WhatsApp Selama Pandemi Covid-19

Kepala Rutan Klas IIB Sampang, Gatot Tri Rahardjo menuturkan, adanya grup WhatsApp dirasa sudah cukup untuk mengetahui kegiatan warga binaan program asimilasi.

Di dalam grup WhatsApp itu, mereka diminta mengirimkan gambar foto aktivitas saat di rumah.

"Malah mereka saat makan terkadang dikabarkan melalui grup WhatsApp dengan mengirimkan foto makanannya," ujarnya kepada TribunMadura.com, Rabu (22/4/2020).

Selain menanyakan kabar, Gatot Tri Rahardjo menyampaikan, juga memberikan suatu imbauan kepada warga binaan melalui video.

Video yang dikirim salah satunya seperti rekaman video Kapolres Sidoarjo yang menyatakan peringatan terhadap warga binaan agar tidak melakukan tindak kriminal kembali.

Gedung Baru DPRD Bangkalan Senilai Rp 45 Miliar Dibobol Maling, Kerugian Ditaksir Capai Ratusan Juta

Pedagang di Pasar Diminta Tak Usah Layani Pembeli yang Belanja Tanpa Memakai Masker

"Video itu berisi tindakan tegas dari kepolisian seperti memberikan hadiah timah panas bagi mereka yang tidak jera," terangnya.

"Melalui kiriman video itu, tujuan kami tidak membuat warga binaan menjadi takut tapi agar terhindar dari perilaku buruk, terlebih membahayakan keselamatan," imbuh dia.

Di dalam grup WhatsApp tersebut hanya warga binaan yang tergabung karena tidak semua narapidana memiliki handphone android.

Jumlah warga binaan yang tergabung dalam grup WhatsApp itu sebanyak 27 orang.

"Untuk warga binaan yang tidak tergabung kami pastikan menyimpan nomor handphonenya masing-masing untuk lebih mudah berkomunikasi," pungkasnya.

Untuk diketahui, jumlah warga binaan Rutan Klas IIB Sampang yang mendapatkan asimilasi di rumah hingga saat ini sebanyak 53 orang.

Tak PHK Karyawannya, Perusahaan Kosmetik Ini Banting Setir Produksi Barang Baru saat Omzet Turun

Pria Mendadak Pingsan saat Melintas di Jembatan Kota Malang, Dievakuasi Petugas Pakai APD Lengkap

Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved