Virus Corona di Batu
Hotel di Kota Batu ini Nekat Buka Operasional Meski Dilarang Pemkot, Punya Tamu Pasangan Tak Resmi
Sebuah hotel di Kota Batu membuka operasional meski Pemkot Batu telah memperpanjang masa penutupan hingga akhir April 2020.
Penulis: Benni Indo | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM, BATU - Satpol PP Kota Batu dan Polres Batu melakukan penertiban terhadap sebuah hotel di Jalan Trunojoyo, Kota Batu, Rabu (22/4/2020).
Hotel itu beroperasi di tengah situasi pandemi Covid-19 atau virus corona yang potensi penularannya sangat tinggi.
Di sana, petugas mengamankan seorang lelaki dan perempuan yang tidak bisa menunjukkan keterangan status pernikahan.
• Akibat Virus Corona, Tempat Wisata dan Penginapan di Kota Batu Ditutup hingga Akhir April 2020
• Pengendara di Pamekasan Dapat Masker Gratis dari Polres Pamekasan, Cegah Penyebaran Virus Corona
• Peduli Warga Terdampak Corona, Politisi asal Madura Berdonasi untuk Percepatan Penanganan Covid-19
Lelaki dan perempuan itu berasal dari Kabupaten Jombang, yang menurut data dari Pemprov Jatim, Kabupaten Jombang adalah zona merah Covid-19.
Selain itu, petugas juga mengamankan seorang perempuan di hotel tersebut.
Informasi di lokasi, perempuan tersebut ditinggal oleh pasangannya.
Ketika petugas datang, pasangannya tidak berada di lokasi.
Plt Kasatpol PP Kota Batu, M Adhim mengatakan, pihak hotel telah melanggar maklumat Kapolri.
Ia mengatakan, pihak kepolisian akan memproses temuan tersebut.
• Apakah Jenazah Pasien Virus Corona Dapat Menularkan Covid-19? Cek Faktanya Berikut Ini
"Masih humanis, tapi tetap kami perintahkan tutup hingga ada imbauan buka kembali," kata M Adhim, Rabu (22/4/2020).
"Kemudian menindak tegas sesuai aturan yang berlaku," sambung dia.
Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kota Batu, Santoso Wardoyo menjelaskan, proses penggerebekkan di hotel itu berjalan lancar.
Petugas segera mendatangi lokasi begitu mendapat laporan.
Hal itu dilakukan supaya tidak menimbulkan gesekan antar warga.
"Untuk mencegah insiden dan salah paham warga, kami langsung datang," kata Santoso.