Virus Corona di Surabaya

Nasib Pekerja Lain Pabrik Rokok Sampoerna Rungkut Surabaya setelah 2 Pegawai Positif Virus Corona

Puluhan pekerja pabrik rokok Sampoerna Rungkut Surabaya menjalani swab test PCR virus corona atau Covid-19 di RSUD Dr Soetomo.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
news.cgtn.com
ilustrasi - Nasib Pekerja Lain Pabrik Rokok Sampoerna Rungkut Surabaya setelah 2 Pegawai Positif Virus Corona 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Tidak kurang dari 40 pekerja pabrik rokok Sampoerna Rungkut Surabaya menjalani swab test PCR virus corona atau Covid-19.

Para pekerja pabrik rokok Sampoerna Rungkut Surabaya itu menjalani swab test di RSUD Dr Soetomo.

"Banyak. Ada sekitar 40an lebih," kata Humas RSUD Dr Soetomo Surabaya, dr Pesta Parulian saat dihubungi, Kamis (30/4/2020).

Dua Pekerja Pabrik Rokok Sampoerna Rungkut Surabaya Positif Virus Corona, Dinyatakan Meninggal Dunia

Wanita Pingsan di Kamar Mandi Minimarket Gegerkan Warga Madiun, Langsung Dibawa Medis ke Ambulans

Dokter Anastesi Positif Terjangkit Virus Corona, Wali Kota Mojokerto Umumkan Kasus Pertama Covid-19

dr Pesta Parulian enggan menjelaskan riwayat terjadinya penularan virus corona terhadap ratusan pekerja pabrik rokok Sampoerna Rungkut Surabaya itu.

"Gak ngerti saya tanyakan Sampoerna saja," ujarnya.

"Tugas kami yang rapid dari Sampoena itu diarahkan ke Soetomo untuk diswab lah bagaimana kenanya tanyakan ke Sampoerna," imbuhnya.

Pesta memastikan, semua karyawan pabrik yang hasilnya positif virus corona versi rapid test akan divalidasi melalui swab PCR.

"Pokoknya semua yang positif rapid test di sana kami upayakan bisa periksa," kata dia.

"Cuma kita kan keterbatasan tempat mengatur jarak (physical distancing)," pungkas Pesta.

Pemkab Pamekasan Serahkan Bantuan Paket Sembako ke Pelaku Seni dan Seniman yang Terdampak Covid-19

Aksi Nekat Pemuda Surabaya di Warung Kopi Langganan, Niat Busuk Menjadi saat Lihat Pemilik Tertidur

Sebelumnya, dua orang pekerja pabrik rokok Sampoerna Rungkut Surabaya yang positif terinfeksi virus corona dan meninggal dunia.

Tim Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim saat ini tengah melakukan penelusuran dan melakukan serangkaian rapid test dan swab pada para pegawai pabrik tersebut.

Tak hanya itu, pabrik rokok Sampoerna Rungkut Surabaya juga sudah diminta untuk tidak beroperasi sementara. 

Ketua Tim Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, Joni Wahyuhadi mengatakan, sudah bertemu dan berkoordinasi dengan GM dari perusahaan terkait dan mengkomunikasikan hal-hal yang harus dilakukan terkait adanya potensi klaster baru ini. 

“Memang ada yang positif Covid-19, yaitu pegawai dari pabrik tersebut. Ada dua orang, dan dua-duanya meninggal dunia," kata Joni di Gedung Negara Grahadi, Rabu (29/4/2020) malam. 

"Di kompleks tersebut kini sedang dilakukan tracing dan kini ada sembilan yang dinyatakan PDP karena terdapat gejala klinis,” 

Tidak hanya itu, saat ini total ada sebanyak 163 orang yang sudah dilakukan tes swab pengambilan spesimen untuk diuji dalam PCR. Namun hasilnya baru akan keluar dua hari ke depan. 

Selain itu saat ini, Gugus Tugas juga secara bertahap masih melakukan rapid test pada para pegawai di pabrik rokok Sampoerna.

Ada sebanyak 323 orang yang akan dilakukan rapid test dan yang sudah terdeteksi reaktif ada sebanyak 100 orang. 

“Saat ini yang teredeteksi positif dalam rapid test sudah kami masukkan dalam ruang isolasi," kata Joni.

"Besok sebanyak 100 orang ini akan kita lakukan swab di RSUD dr Soetomo,” tambah dia.

“Walaupun mereka yang positif dalam rapid test ini tanpa gejala kami tetap harus awasi,” imbuhnya. 

Lebih lanjut, Joni mengatakan, sampai saat ini belum diketahui dua orang yang lebih dulu dinyatakan positif Covid-19 dan meninggal dunia dari pabrik tersebut mendapatkan penularan atau transmisi dari mana.

“Langkah-langkah sudah diambil oleh tim tracing dan dinkes bahwa yang satu komplek pabrik itu ada sebanyak 500 karyawan kini sudah diliburkan," ungkapnya.

"Yang dekat dengan yang positif dan meninggal dunia tersebut juga besok dilakukan diagnostik pasti dengan PCR,” kata Joni.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved