Berita Trenggalek

Pembunuhan Sadis Tetangga di Hutan Trenggalek, Kepala Dipukul Celurit & Didorong ke Jurang 20 Meter

Polisi mengungkap fakta baru kasus pembunuhan yang terjadi di area hutan di Desa Pakel, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/AFLAHUL ABIDIN
Polres Trenggalek saat menggelar rilis kasus pembunuhan di Kecamatan Watulimo dengan tersangka Supriyadi (55), Kamis (30/4/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, TRENGGALEK - Polisi mengungkap fakta baru kasus pembunuhan sadis yang terjadi di area hutan di Desa Pakel, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.

Pembunuhan sadis dilakukan oleh Supriyadi (55). Korbannya Katiran (49). Keduanya tetangga di Desa Pakel, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.

Kasatreskrim Polres Trenggalek, Iptu Bima Sakti, menjelaskan korban meninggal setelah dianiaya beberapa kali oleh tersangka.

Supriyadi yang kalap akibat dicemooh nekat memukul kepala Katiran tiga kali menggunakan bagian belakang celurit.

"Saat korban terjatuh, pelaku masih dimaki-maki. Akhirnya, pelaku menendang korban hingga jatuh ke jurang sedalam 20 meter di dekat lokasi kejadian," ujar Iptu Bima Sakti dalam rilis yang digelar, Kamis (30/4/2020).

Densus 88 Geledah Ekspedisi Tempat Kerja Terduga Teroris di Surabaya, Polisi Sita Laptop hingga CCTV

Polisi Obok-obok Gudang Bekas Markas Teroris di Surabaya, Akses Radius 200 Meter Ditutup

Heboh Perempuan Pati Mendadak Pingsan di Kamar Mandi Minimarket Madiun, Berangkat dari Jombang

Seusai jatuh dari jurang, korban masih belum meninggal.

Pelaku, kata Bima, kemudian menyeret korban ke tanah yang lebih datar.

Di sana, pelaku menutup wajah korban dengan rerumputan.

Saat itu, kondisi korban belum meninggal.

"Pelaku bilang, dia menutup wajah tersangka agar tidak kepanasan," terang dia.

Tak lama setelah ditinggal, korban yang sebelumnya sekarat akhirnya tewas.

Jenazahnya ditemukan oleh kepala desa dan warga setempat.

Tak lama setelah penemuan itu, lanjut Bima, pelaku menyerahkan diri ke Polsek Watulimo.

"Dari hasil otopsi, penyebab kematian korban adalah kekerasan benda tumpul dan tajam yang mengakibatkan pendarahan di kepala dan retak tengkorak bagian atas," tuturnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved