Virus Corona di Pamekasan
Sepi Job Saat Pandemi Corona, Seniman Hadrah Dapat Sembako dan Uang Tunai dari Bupati Pamekasan
Sejak menyebarnya wabah virus corona atau ( Covid-19 ), seniman Hadrah di Kabupaten Pamekasan, Madura mengaku banyak kehilangan job pentas.
Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Elma Gloria Stevani
Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian
TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Sejak menyebarnya wabah virus corona atau ( Covid-19 ), seniman Hadrah di Kabupaten Pamekasan, Madura mengaku banyak kehilangan job pentas.
Seperti halnya yang disampaikan oleh, Abdul Bahar, Kelompok Grup Hadrah Al-Hilal Kabupaten Pamekasan.
Pria asal Desa Plakpak, Kabupaten Pamekasan itu mengatakan, sedari Januari hingga April 2020 ini sejak wabah virus corona menyebar ke Kabupaten Pamekasan, grup hadrahnya sepi penanggap.
Biasanya sebelum adanya virus corona ini, dalam sebulan, kata pria berusia 45 tahun itu grup hadrahnya selalu mendapat undangan job pentas.
Dalam sebulan diakuinya bisa sampai empat kali pentas.
• Sanksi Ringan hingga Pemecatan Menanti ASN Kota Malang Jika Nekat Mudik Lebaran saat Pandemi Corona
• Pemuda Berstatus ODP Virus Corona Dicegat saat Keluyuran di Bundaran Baru, Ngakunya Bosan di Rumah
• Densus 88 Geledah Ekspedisi Tempat Kerja Terduga Teroris di Surabaya, Polisi Sita Laptop hingga CCTV
"Sekarang hanya nganggur saja di rumah sembari menunggu job pentas lagi. Ya ada virus corona ini jadi sepi penanggap," kata Abdul Bahar kepada TribunMadura.com, Kamis (30/4/2020).
Pria yang karib disapa Bahar ini merupakan salah satu pelaku seni yang mendapat bantuan paket sembako dan uang tunai yang diberikan oleh Pemkab Pamekasan.
Saat menerima bantuan itu di Kantor Disparbud Pamekasan, dia mengaku bersyukur dan mengucap terima kasih banyak kepada Bupati Pamekasan atas kepeduliannya.
Menurut dia, bantuan dari Pemkab Pamekasan tersebut sangat membantu untuk meringankan kebutuhan ekonominya selama beberapa bulan ke depan.
"Kalau bantuan yang diberikan Bupati Pamekasan ini insyallah cukup untuk dimakan sebulan. Terima kasih banyak pak Bupati Baddrut Tamam atas kepedulian kepada para seniman," syukurnya.
Hal senada disampaikan oleh, Rusmiati, Pelaku Seni Grup Hadrah Annisaul Karomah.
Perempuan asal Desa Samiran ini mengatakan, selama adanya virus corona, dirinya harus banting setir untuk membuka usaha baru, yakni usaha catering.
Namun usaha ini kata dia hanya berlangsung dua bulan saja yang ramai, yaitu sedari Februari hingga Maret 2020.
Selepas bulan itu, pesanan cateringnya sudah mulai sepi, bahkan sampai Maret 2020 ini kata dia tidak ada pelanggan yang memesan sama sekali lantaran dampak Pandemi Covid-19.
Mulanya kata Rusmiati, sebelum wabah virus corona ini mewabah di Pamekasan, tanggapan job pentas grup hadrahnya lumayan banyak.