Virus Corona di Sampang
ODP di Sampang Meninggal Saat Diisolasi, Hasil Rapid Tes Reaktif, Satgas Minta Warga Tidak Panik
SL warga Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura meninggal dunia saat berada di gedung isolasi Covid-19 Balai Latihan Kerja (BLK) Sampang
Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Aqwamit Torik
Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama
TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - SL warga Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura meninggal dunia saat berada di gedung isolasi Covid-19 Balai Latihan Kerja (BLK) Sampang, Sabtu (2/5/2020).
Pria berusia 64 tersebut merupakan Orang Dalam Pengawasan (ODP) yang reaktif saat dilakukan rapid test oleh Satgas Covid-19 Sampang.
Humas Satgas Covid-19, Djuwardi mengatakan, sebelumnya SL masuk ke RSUD dr Muhammad Zyn Sampang pada 1 Mei 2020 karena tidak mau makan selama tiga hari sebab, memiliki penyakit riwayat infeksi paru-paru.
Kemudian, saat di rapid test SL reaktif sehingga, hari ini dilakukan isolasi ke BLK Sampang.
"Tapi saat baru tiba di ruang isolasi tadi sore SL meninggal, jadi di tarik lagi ke RSUD Sampang dan tiba selesai Mangrhib," ujarnya kepada TribunMadura.com, Sabtu (2/5/2020).
• Download Lagu MP3 Aisyah Istri Rasulullah, Dicover oleh Syakir Daulay, ada Video Artis Lainnya
• Daftar Promo Indomaret dan Alfamart Khusus Weekend, Mulai Kebutuhan Ramadan Hingga Lebaran
Mengetahui hal itu, Djuwardi menegaskan bahwa yang bersangkutan masih jauh dikatakan terjangkit atau positif Covid-19 lantaran belum dilakukan uji swab atau PCR (Polymerase Chain Reaction).
Hasil rapid test tidak akurat karena yang paling akurat adalah uji sweb yang di lakukan oleh laboratorium di Surabaya ataupun Jakarta.
Sehingga, yang dapat menentukan hasil positif Covid-19 adalah Pemprov Jatim.
"Saat di BLK SL belum sempat dilakukan tahapan deteksi selanjutnya, termasuk uji swab," terangnya.
Ia meminta, agar masyarakat Sampang tidak gaduh saat mendengar kabar kematian SL lantaran masih jauh dari hasil positif Covid-19.
"Sedangkan untuk keluarga menerima kematian yang bersangkutan dan dikuburkan hari ini," pungkasnya.