Breaking News:

PSBB di Surabaya

7 Hari PSBB Surabaya, Sidoarjo dan Gresik: 12 Pekerja Kena PHK dan 59 Dirumahkan

Himawan Estu Bagijo memaparkan total ada 71 pekerja yang dirumahkan dan di PHK selama PSBB Surabaya, Sidoarjo dan Gresik.

Penulis: Sofyan Candra Arif Sakti
Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/SOFYAN CANDRA ARIF SAKTI
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Jatim, Himawan Estu Bagijo, Jumat (2/8/2019). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB ) di Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Sidoarjo sudah berjalan tujuh hari atau sepekan sejak diberlakukan mulai Selasa (28/4/2020) lalu.

Pemberlakuan PSBB Surabaya, PSBB Sidoarjo dan PSBB Gresik membawa dampak jumlah pemutusan hubungan kerja ( PHK ) dan pekerja yang dirumahkan di Jawa Timur terus mengalami kenaikkan, walapun tidak signifikan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Timur (Kadisnakertrans Jatim), Himawan Estu Bagijo memaparkan total ada 71 pekerja yang dirumahkan dan di PHK selama pembatasan sosial berskala besar ( PSBB ) di Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Sidoarjo.

Pria Tulungagung Reaktif Covid-19 Nekat Masuk Surabaya, Dokter: Tak Perlu Swab Test di Kota Lain

Jelang Lebaran Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah Online Mandiri, Warga Bisa Beli Sembako Lewat Website

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar Mengenang Nyanyi Satu Panggung Bersama Didi Kempot

Himawan Estu Bagijo merinci angka PHK pada Selasa (28/4/2020) akibat adanya Covid-19 mencapai sebesar 5.336 pekerja.

Sedangkan sepekan kemudian, Selasa (5/5/2020) angka PHK mencapai 5.348 pekerja.

"Artinya dalam sepekan pemberlakuan PSBB ada 12 pekerja yang terkena PHK," kata Himawan Estu Bagijo, Selasa (5/5/2020).

Sedangkan untuk penambahan karyawan yang dirumahkan selama PSBB Surabaya Raya adalah sebanyak 59 orang. Dari semula 32.344 pekerja dalam sepekan PSBB bertambah menjadi 32.403 pekerja.

"Pekerja yang paling banyak dirumahkan adalah dari sektor perhotelan dan restoran, sebesar 32,22 persen. Sedangkan untuk PHK yang paling banyak dari sektor perdagangan dan retail, sebesar 18,96 persen," lanjutnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, selama pembatasan sosial berskala besar ( PSBB ) berlaku, pada dasarnya semua sektor industri masih bisa beroperasi dan tidak ada penghentian.

Namun protokol kesehatan selama kegiatan industri berlangsung harus benar-benar diperhatikan.

"Tempat usaha, pemberi kerja, dan toko juga harus segera melaporkan kepada faskes atau call center jika diketahui di tempatnya ada pekerja yang terindikasi Covid-19," kata Himawan Estu Bagijo.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved