Berita Sampang

Tetap Siaga, BPBD Sampang Dirikan Posko Tanggap Bencana Hadapi Musim Hujan dan Musim Kemarau

Posko tanggap bencana darirat milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kabupaten Sampang, Madura akan berdiri dan siaga selama satu tahun.

TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Kepala BPBD Sampang, Anang Djoenaidi. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Posko tanggap bencana darurat milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kabupaten Sampang, Madura akan berdiri dan siaga selama satu tahun.

Sebelumnya posko tanggap bencana darurat didirikan pada awal tahun 2020 dan akan berakhir pada pergantian musim hujan ke musim kemarau.

Posko tanggap bencana darirat sengaja didirikan untuk menangani bencana musim hujan seperti banjir, longsor, dan angin puting beliung.

Ratusan Jemaah di Perumahan Bluru Permai Sidoarjo Rapid Test Seusai Salat Tarawih, 6 Warga Reaktif

Download Lagu Aisyah Istri Rasulullah, Trending Youtube, Cover Nissa Sabyan, ada Chord Gitarnya

Operasi Ketupat Semeru 2020, 362 Kendaraan Dipaksa Putar Balik, Pelanggar Terbanyak Mobil Pribadi

Kepala BPBD Sampang, Anang Djoenaidi mengatakan, posko darurat bencana saat ini akan siaga terus selama satu tahun karena satu tahun ada dua musim yakni, musim hujan dan musim kemarau.

Terlebih, pada musim kemarau tahun kemarin Kabupaten Sampang termasuk daerah yang mengalami dampak kekeringan yang cukup besar.

Sehingga pihaknya akan terus siaga untuk melakukan upaya penanggunalangan bencana meski di musim panas.

“Kalau musim panas tahun ini belum jelas takarannya seperti apa, tapi jika sudah masuk ke musim kemarau nanti kita langsung koordinasikan dengan semua camat untuk meminta informasi dan situasi di setiap desa,” ujar Anang Djoenaidi kepada TribunMadura.com, Kamis (7/5/2020).

Anang Djoenaidi menyampaikan, dengan beroprasinya posko tanggap bencana di tengah pandemi Covid-19 dirinya lebih mematangkan menejemen waktu keanggotaanya,

Sebab, dengan adanya posko percepatan Covid-19 pihaknya harus membagi personil, terlebih posko Covid-19 Kabupaten terhitung sebanyak tiga unit.

PSBB Surabaya Raya Hari ke-10, Hasilnya Belum Menggembirakan, Dilihat dari Tren Kasus Positif Corona

1.000 Alat Rapid Test Sudah Ada di Sampang, Ini Sasaran Tim Satgas untuk Deteksi Corona Selanjutnya

Mekanisme Pembagian Paket Sembako untuk 26.122 KK di Kota Surabaya, Penerima Bantuan Harus Difoto

“Kita akan bagi tugas, misalnya di posko Covid-19 jembatan timbang ada tiga personil yang berjaga kami akan ambil satu, kemudian jika di posko wijaya ada dua personil kita juga akan ambil satu orang, jadi kita bagi tugas,” terangnya.

Sementara untuk saat ini pihaknya siaga terhadap bencana yang sewaktu-waktu akan terjadi di musim transisi dari musim hujan ke musim kemarau.

Sebab, informasi dari BMKG Surabaya pada musim transisi berpotensi terjadinya hujan lebat disertai angin kencang dan petir.

“Memang pada musim transisi jarang turun hujuan tapi kalau sudah turun hujan akan lebih lebat dari biasanya dan berpotensi disertai angin kencang dan petir,” pungkasnya.

Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved