PSBB di Malang

BREAKING NEWS: Hari Pertama Pelaksanaan PSBB, 10 Kendaraan Menuju Kota Malang Diminta Putar Balik

Hari pertama PSBB Malang Raya: sudah ada sekitar 10 lebih kendaraan roda dua dan roda empat diminta memutar balik di Jalan Raya Balearjosari.

TRIBUNMADURA.COM/KUKUH KURNIAWAN
Suasana pemeriksaan dan pengecekan kendaraan yang berasal dari luar Malang yang hendak masuk Kota Malang di pos check point dan penyekatan batas kota di Jalan Raya Balearjosari, saat hari pertama penerapan PSBB Malang Raya, Minggu (17/5/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Hari pertama pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB Malang Raya, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah ( Forkopimda ) Kota Malang mengecek pos penyekatan dan pos check point, Minggu (17/5/2020).

Kegiatan diawali dengan pemeriksaan pos yang berada di batas Kota Malang, Jalan Raya Balearjosari.

Dari pantauan TribunMadura.com, kendaraan yang akan masuk menuju Kota Malang dilakukan penyemprotan disinfektan.

Sedangkan untuk pengemudi dan penumpang kendaraan wajib dilakukan pengecekan kesehatan dan identitas.

Pemkot Surabaya Lakukan Evaluasi, Tak akan Menutup Pasar Lagi untuk Antisipasi Penyebaran Covid-19

Pusat Perbelanjaan di Kota Kediri Terpantau Padat, Kapolresta Kediri Kota Sampaikan Ini

Wali Kota Kediri Evaluasi Bansos Corona, Ingatkan Lurah Jangan Sampai Ada Warga Kelaparan

Bila diketahui tidak ada kepentingan dan bukan penduduk Malang Raya, maka akan disuruh putar balik.

Dari informasi yang dihimpun, sudah ada sekitar 10 lebih kendaraan baik roda dua dan roda empat diminta putar balik.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata, mengatakan, semua personel, baik TNI, Polri, Pemkot Malang, serta para relawan sudah siap di posnya masing masing.

"Dan seperti yang dilihat, bahwa kami melakukan imbauan kepada masyarakat yang masuk ke Kota Malang. Beberapa banner peringatan dan imbauan juga telah kami pasang di beberapa titik sebelum pos check point dan penyekatan," ujarnya kepada TribunMadura.com.

Dirinya juga menerangkan, hari pertama pelaksanaan PSBB Malang Raya ini, pihaknya tidak terlalu kaku memberikan sanksi kepada masyarakat yang berasal dari luar wilayah Malang Raya.

UPDATE Virus Corona di Gresik, Pasien Positif Covid-19 Bertambah 2 Orang, Total Sementara 49 Orang

Asrama Haji Sukolilo Surabaya Mulai Digunakan Sebagai Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Setelah Tutup 14 Hari, Pasar Kupang Gunung Surabaya Kembali Buka Mulai Minggu 17 Mei 2020

"Tentu sebelum kami minta putar balik, kami tanyai dulu alasan masuk ke Kota Malang. Seperti tadi, ada warga Sidoarjo berboncengan naik sepeda motor mau masuk Kota Malang. Kami tanyai, ternyata ada urusan yang sangat mendesak. Akhirnya kami minta agar lebih baik saudaranya yang ada di wilayah Kota Malang, datang menemui mereka di pos check point," jelasnya.

Sementara itu, warga Sidoarjo yang akan masuk ke wilayah Kota Malang, Erna mengaku dirinya bersama suami hendak mengurus surat tanah.

"Ini saya mau mengurus surat tanah, mau minta tanda tangan saudara yang ada di Kota Malang. Jadi tadi pagi, saya bersama suami naik sepeda motor dari Sidoarjo ke Kota Malang," jujurnya.

Erna mengaku masih belum tahu bahwa wilayah Malang menerapkan PSBB.

"Saya enggak tahu, kalau Malang sudah PSBB. Jadi saya melintas seperti biasa, tidak menyiapkan surat surat keterangan apapun. Ini saya mau menghubungi saudara yang ada di Kota Malang. Saya minta agar saudara untuk menemui saya di pos check point saja," tandasnya.

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved