Virus Corona di Surabaya

Pemprov Jatim Beri Kelonggaran Salat Idul Fitri, Muhammadiyah Jatim: Sikap yang Plin-plan

Ketua PW Muhammadiyah Jawa Timur, Saad Ibrahim menegaskan mengintruksikan warganya agar melaksanakan salat Idul Fitri di rumah.

TRIBUNMADURA.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI
Suasana Salat Idul Fitri 1440 H di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Ketua PW Muhammadiyah Jawa Timur, Saad Ibrahim menegaskan Muhammadiyah mengintruksikan warganya agar melaksanakan salat Idul Fitri 1441 H di rumah.

Hal tersebut untuk menanggapi surat edaran Sekdaprov Jatim nomor 451/7809/012/2020 yang membolehkan menyelenggarakan salat Idul Fitri secara berjamaah dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Menurut Saad, dalam musibah seperti saat ini, semua elemen masyarakat harus satu garis agar pandemi Covid-19 segera bisa usai.

PW Muhammadiyah Jatim Imbau Umat Islam Salat Idul Fitri di Rumah Saja

Masjid Al Akbar Belum Putuskan Gelar Sholat Idul Fitri Berjamaah, 5 Ketentuan Ini Jadi Pertimbangan

Kasus Positif Corona Baru di Tulungagung, Perempuan 58 Tahun yang Merupakan Karyawan Pabrik Rokok

"Menteri Agama di (channel) YouTubenya sudah jelas kalau salatnya di rumah. Kalau nasional sudah seperti itu, tapi satu sama lain berbeda padahal ini situasi khusus, saya kira Indonesia sulit keluar dari Covid-19 ini," ucap Saad, Minggu (17/5/2020)

Saad melanjutkan, jika salat Idul Fitri dilaksanakan secara berjamaah dikhawatirkan akan terjadi penularan yang besar antar jemaah.

"Di satu sisi kita berjuang melawan penularan ini dan rumah sakit kita sudah all out. Kalau kemudian berkumpul dalam acara salat ied itu lalu terjadi booming betul (penularan Covid-19) saya kira Muhammadiyah akan menghitung kembali apa rumah sakit nya akan berpartisipasi kalau tetap seperti itu," kata Saad.

Senada dengan Saad, Wakil Ketua PWM Jatim, Nadjib Hamid menyayangkan keluarnya surat edaran Sekdaprov Jatim tersebut.

"Kita menetapkan PSBB tapi kok memberi kelonggaran, sikap yang plin plan. Kita ini mau apa sebenarnya, kalau dampaknya masih segini dan berharap segera berakhir, saya kira itu tidak konsisten," kata Nadjib.

Nadjib meminta pemerintah tidak membuat bingung masyarakat, dan konsisten dalam mengambil kebijakan.

"Jangan plin plan di tengah jalan. Aspek keagamaan sudah selesai bahwa ini dhorurot. Menjalankan ibadah di tengah dhorurot kan juga syariat," lanjutnya.

Cara Mudah Mengecek Data Penerima Bantuan Sosial Melalui Online dan Aplikasi, Simak Langkahnya

Tulungagung Terapkan Jam Malam, Pelanggar Jadi Tim Penggali Kubur hingga Bantu Polisi di Dapur Umum

Update Virus Corona di Kabupaten Bojonegoro: Ada Tambahan 1 Positif Covid-19 dari Kecamatan Trucuk

Nadjib mengatakan, PP Muhammadiyah telah menerbitkan surat edaran nomor 04/EDR/1.0/E/2020 tentang tuntunan salat Idul Fitri dalam kondisi darurat pandemi virus corona.

"Dengan Muhammadiyah menurunkan fatwa melarang salat di masjid dan lapangan sekaligus menolak (SE Sekdaprov Jatim) itu," tutupnya.

Penulis: Sofyan Candra Arif Sakti
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved